LiputanTerkini: Berita Terbaru Indonesia
Iklan
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
LiputanTerkini: Berita Terbaru Indonesia
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Opini

Maraknya Tragedi Memilukan PMI di Kamboja, LBH RENAKTA Desak Pemerintah Tingkatkan Pengawasan dan Perlindungan

admin oleh admin
1 Mei 2025
di Opini
0
Maraknya Tragedi Memilukan PMI di Kamboja, LBH RENAKTA Desak Pemerintah Tingkatkan Pengawasan dan Perlindungan
0
SHARES
140
VIEWS
https://facebook.com/https://twitter.com/https://wa.me/

BANYUWANGI – liputanterkini.co.id | Tragedi memilukan di kalangan Pekerja Migran Indonesia kian mengikis niat dan tekad untuk sebuah perjuangan. Pasalnya belakangan nasib terpuruk di alami beberapa pekerja migran Indonesia dengan kabar maraknya tindak pidana perdagangan orang (TPPO) hingga penjualan organ tubuh manusia.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) RENAKTA Bakti Nusantara Bagus Abu Bakar mengingatkan bahwa “Pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait berbagai negara yang tidak ada kontrak kerjasama dengan Indonesia serta mendesak pemerintah Indonesia meningkatkan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) seiring maraknya kabar kematian Pekerja Migran Indonesia di Kamboja dan beberapa negara lainnya”, ungkapnya.

RelatedPosts

Sebuah Pena yang Padam, Refleksi atas Kepergian Bagus Abu Bakar, Jurnalis & Pengabdi dari Banyuwangi

DPW Perkumpulan Wartawan Fast Respon Jateng Kecam Tindakan Aparat Keamanan Terhadap Jurnalis di Pati

Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan Kemerdekaan Pers kepada Presiden 

“Fenomena ini selayaknya menjadi Warning bagi seluruh stakeholder khususnya pemerintah daerah dan pusat untuk lebih memaksimalkan pengawasan dan perlindungan bagi para PMI kita. Terbukti tidak sedikit dari generasi muda kita terkecoh datang ke Kamboja akibat modus  penipuan yang brutal dan tidak bermoral”.

Pemerintah tidak bisa menutup mata terhadap maraknya kasus  kejahatan akhir-akhir ini yang menyasar kaum milenial untuk di rekrut menjadi PMI dengan iming-iming gaji gede dan fasilitas yang memadai. Karena korban bukan hanya akan dirugikan secara materi, akan tetapi juga secara fisik dan bahkan nyawa menjadi taruhannya,” terang Bagus.

Wawan Hariyanto, SH, Sekjen LBH RENAKTA menambahkan, “Mengutip data dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kamboja, jumlah kasus WNI bermasalah meningkat hingga 60 kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, dari 56 kasus pada 2020 menjadi 3.300 lebih kasus pada 2024 dan 1.301 kasus di tahun 2025. Yang mengkhawatirkan sekarang, sekitar 75 persen kasus tersebut berkaitan dengan PMI yang terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam), terangnya.

Wawan mendesak upaya pemerintah dalam melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) lebih di tingkatkan,  buntut kasus kematian WNI di Kamboja yang kian melonjak hingga 75 persen pada Januari-Maret 2025.

Ia menganggap peristiwa ini harus menjadi peringatan penting bagi pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia di luar negeri.

Sebab situasi ini tak lagi sekadar menjadi isu domestik, akan tetapi sudah menjadi darurat kawasan. Wawan menekankan pentingnya peran Indonesia dalam mendorong ASEAN Task Force on Migrant Workers (TFAMW) untuk memperkuat perlindungan hak-hak pekerja migran di berbagai kawasan.

Sependapat dengan Ketua DPR RI Puan Maharani, Indonesia wajib terus mendukung kegiatan TFAMW dan mendorong negara-negara ASEAN menerapkan konsensus kebijakan terkait pekerja migran. Kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama kawasan dalam melindungi pekerja migran Indonesia dari kejahatan lintas negara.

Khususnya dalam aspek perlindungan pekerja migran dari eksploitasi digital serta penguatan koordinasi antar negara dan penanganan korban.

“Indonesia harus menekankan pentingnya ASEAN membentuk protokol bersama untuk perlindungan darurat bagi korban eksploitasi, serta mewajibkan pendataan pekerja migran secara transparan dan terintegrasi antarnegara,” ujarnya.

Lebih pentingnya lagi, edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur untuk bekerja di luar negeri dengan iming-iming gaji besar tanpa kejelasan.

“Kasus-kasus penipuan online yang berujung pada kematian harusnya menjadi peringatan keras dan menjadikan PR bagi Pemerintah guna memastikan agar anak bangsa tidak mudah tergiur janji manis bekerja di luar negeri tanpa kejelasan”.

Terlebih jika tawaran pekerjaan itu  tidak melalui lembaga resmi dan jalur prosedural. Sehingga kewajiban Pemerintah meningkatkan literasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya bekerja ke luar negeri secara ilegal/non prosedural,” pungkasnya.
(Tim)

Tag: Desak PemerintahLBH RENAKTAMaraknya Tragedi MemilukanPengawasan dan PerlindunganPMI di KambojaTingkatkan
admin

admin

TerkaitPostingan

Sebuah Pena yang Padam, Refleksi atas Kepergian Bagus Abu Bakar, Jurnalis & Pengabdi dari Banyuwangi
Opini

Sebuah Pena yang Padam, Refleksi atas Kepergian Bagus Abu Bakar, Jurnalis & Pengabdi dari Banyuwangi

13 Januari 2026
DPW Perkumpulan Wartawan Fast Respon Jateng Kecam Tindakan Aparat Keamanan Terhadap Jurnalis di Pati
Jawa Tengah

DPW Perkumpulan Wartawan Fast Respon Jateng Kecam Tindakan Aparat Keamanan Terhadap Jurnalis di Pati

8 September 2025
Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan Kemerdekaan Pers kepada Presiden 
DKI Jakarta

Dewan Pers Indonesia dan SPRI Ajukan 8 Tuntutan Kemerdekaan Pers kepada Presiden 

7 September 2025
Jan Maringka: Eksekusi Silfester, Kado Terindah HUT Kejaksaan RI
DKI Jakarta

Jan Maringka: Eksekusi Silfester, Kado Terindah HUT Kejaksaan RI

3 September 2025
Siapa Dalang Kerusuhan Nasional? : BIN, Polri, dan TNI Ditantang Ungkap Fakta ke Publik
Opini

Siapa Dalang Kerusuhan Nasional? : BIN, Polri, dan TNI Ditantang Ungkap Fakta ke Publik

2 September 2025
DPP LBH RENAKTA Himbau Warga Waspadai Provokator, Jaga Aksi Damai Demi Kondusifitas Wilayah
Opini

DPP LBH RENAKTA Himbau Warga Waspadai Provokator, Jaga Aksi Damai Demi Kondusifitas Wilayah

1 September 2025

Stay Connected test

  • 139 pengikut
  • 23.9k pengikut
  • 99 Pelanggan
  • Sedang tren
  • Komentar
  • Terbaru
Rem Blong, Truck Tronton Muatan Galon Air Melindas Pengguna Jalan di Pasar Kertek

Rem Blong, Truck Tronton Muatan Galon Air Melindas Pengguna Jalan di Pasar Kertek

5 April 2024
Lebih Jauh tentang LBH RENAKTA, Ini Penjelasan Salah Satu Pendirinya..!

Lebih Jauh tentang LBH RENAKTA, Ini Penjelasan Salah Satu Pendirinya..!

5 April 2024
Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Dalam Menunjang Program Ketahanan Pangan Nasional

Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair Dalam Menunjang Program Ketahanan Pangan Nasional

8 Juni 2024
Aroma Tak Sedap,  Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Tegal Jadi Sorotan

Aroma Tak Sedap, Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Tegal Jadi Sorotan

20 Mei 2023
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

Tegas Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

0

Ajang Perebutan Mobil di Lomba Merpati Tinggi Kolong Dandim Cup III

0

Lepas Pasukan Perdamaian Kontingen Garuda Bhayangkara, Kapolri : Selalu Pedomani Tribrata dan Catur Prasetya

0

Dampak Penyesuaian Harga BBM, Polres Metro Tangerang Kota Beri Bantuan Sembako Bagi Supir Angkot, Ojol dan Tukang Becak

0
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

Tegas Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

26 Januari 2026
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

26 Januari 2026
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

26 Januari 2026
Persib Bikin Gebrakan, Rekrut Dion Markx dan Eks PSG Kurzawa

Persib Bikin Gebrakan, Rekrut Dion Markx dan Eks PSG Kurzawa

26 Januari 2026

Recent News

Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

Tegas Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

26 Januari 2026
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

Kapolri Tolak Usul Polri di Bawah Menteri: Lebih Baik Saya Jadi Petani

26 Januari 2026
Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

Kapolri Tegas Tolak Polri di Bawah Kemendagri: Saya Dicopot Saja, Lebih Baik Jadi Petani

26 Januari 2026
Persib Bikin Gebrakan, Rekrut Dion Markx dan Eks PSG Kurzawa

Persib Bikin Gebrakan, Rekrut Dion Markx dan Eks PSG Kurzawa

26 Januari 2026
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Liputan Terkini Official

Copyright © 2021 LiputanTerkini.co.id

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News
  • Tech
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Review

Copyright © 2021 LiputanTerkini.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?