Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Jawa TimurUnggulan

Pupuk Bersubsidi Langka, Dispertan Bersama Kelompok Tani Gelar Rapat Koordinasi

21
×

Pupuk Bersubsidi Langka, Dispertan Bersama Kelompok Tani Gelar Rapat Koordinasi

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

BANYUWANGI, Liputan Terkini – Merespon isu beredar di masyarakat selami ini, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi dengan para Kelompok Tani dan Distributor berkaitan adanya isu kelangkaan pupuk bersubsidi.

Bertempat di Aula kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi. Rabu, (9/11/2022).

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Muhammad Khoiri, SP., M. Si di hadiri Asisten Sekretaris Daerah Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Dwi Yanto, Plt. Kepala Bakesbangpol Banyuwangi M. Lutfi, perwakilan unit Intel Polresta Banyuwangi, perwakilan unit Intel Kejaksaan Negeri Banyuwangi, perwakilan Kodim 0825 Banyuwangi dan personil Lanal Banyuwangi.

Plt. Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi Muhammad Khoiri memaparkan didepan Kelompok Tani dan Distributor, “Berdasarkan Permentan No. 10 tahun 2022, perubahan atas Permentan No. 41 tahun 2021, terdapat perubahan regulasi, yakni perubahan dari 70 komoditas menjadi 9 komoditas, di antaranya Padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai, Tebu, Kopi dan Kakao, dan terkait pupuknya pun ada perubahan, dari 6 jenis menjadi 2 jenis yakni Urea dan NPK, terang Khoiri.

Di Kabupaten Banyuwangi, pupuk bersubsidi tidak langka, hanya berkurang, karena terdapat 61 komoditas yang dipangkas oleh pemerintah pusat sehingga tidak mendapatkan pupuk subsidi termasuk komoditas unggulan Banyuwangi yaitu Buah Naga dan Jeruk.

Kebutuhan pupuk bersubsidi berdasarkan Permentan No. 10 tahun 2022 dan usulan e RDKK yakni :
Urea 47.095 ton, realokasi 56.014 ton (terpenuhi 100% lebih) dan NPK 60.792 ton realokasi 40.876 ton,(terpenuhi 67 %), tambahnya.

Terdapat 7 (tujuh) kecamatan yang alokasi pupuk Urea sudah melebihi e RDKK (habis), yakni meliputi : Kecamatan Cluring, Muncar, Purwoharjo, Tegaldlimo, Bangorejo, Pesanggaran dan Siliragung.

Menindaklanjuti hal itu, solusinya kami, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi akan mengusulkan tambahan subsidi pupuk, untuk 2 (dua) komoditas hortikultura yaitu Buah Naga dan Jeruk kepada Kementerian Pertanian RI, Cq. Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi akan memberi bantuan stimulan PHC atau POC gratis kepada 7 (tujuh) Kecamatan yang alokasinya sudah melebihi e RDKK (habis) untuk tanam Padi, Jagung, Kedelai, Bawang merah dan Cabai, dengan persyaratan:

Petani wajib tergabung dalam kelompok tani., Terdaftar di e RDKK dan Kepemilikan sawah max 2 Ha.

Himbauan kepada para Petani, untuk mendapatkan pupuk subsidi periode MT tahun 2023, petani dari sekarang segera mendaftarkan kembali kebutuhan pupuk subsidi ke kelompok tani yang akan didampingi PPL untuk di input ke Simluhtan, ucapnya.

Rekomendasi pupuk subsidi/Ha sebagai berikut:

Padi Urea 275 kg, NPK 250 kg x 3 MT., Jagung Urea 250 kg, NPK 300 kg., Kedelai Urea 0, NPK 200., Cabai Urea 0, NPK 400 kg., Bawang merah Urea 0, NPK 525., Bawang putih Urea 0, NPK 600 kg., Tebu rakyat, Urea 0, NPK 1200 kg., Kopi rakyat, Urea 0, NPK 860 kg dan Kakao rakyat Urea 20 kg, NPK 615 kg.

Perlu diketahui, dalam rapat koordinasi terkait isu kelangkaan pupuk bersubsidi, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi juga memberikan waktu tanya jawab kepada Kelompok Tani dan Distributor, adapun hasilnya akan dibahas lebih lanjut oleh Pemkab Banyuwangi dan Pemerintah Pusat.

Rapat koordinasi berjalan dengan baik dan lancar.**
(Yanto)

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *