Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Jawa TimurUnggulan

Pimred Liputan Terkini Ingatkan Pentingnya Netralitas Wartawan di Pemilu 2024

10
×

Pimred Liputan Terkini Ingatkan Pentingnya Netralitas Wartawan di Pemilu 2024

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

BANYUWANGI – liputanterkini.co.id | Pimpinan redaksi portal berita online LIPUTANTERKINI.CO.ID mengingatkan kembali pentingnya netralitas wartawan dalam Pemilu 2024, khususnya bagi reporter liputanterkini.co.id agar benar-benar menjaga netralitas menjelang Pemilu 2024. Hal itu di sampaikan pula sebagai salah satu bentuk independensi wartawan dalam menjalankan profesinya.

Pimpinan redaksi liputanterkini.co.id, Bagus Abu Bakar yang juga sebagai salah satu pendiri LBH RENAKTA Bakti Nusantara, menyampaikan hal itu berkaitan dengan semakin dekatnya jadwal Pemilihan Umum 2024 yang tinggal beberapa hari lagi.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

“Independen berarti tidak memihak, memberitakan berdasarkan fakta, berimbang dan tidak menerima berita pesanan sesuai dengan suara hati nurani tanpa campur tangan, paksaan, dan intervensi dari pihak lain, termasuk pejabat,” ucap Bagus

Pilpres 2024 kian dekat. Bagus mengingatkan independensi wartawan merupakan bagian penting yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Fungsi dan peran pers pada masa-masa kontestasi politik sangat krusial dan diperlukan dalam mendorong proses pemilu yang transparan, jujur, dan adil.

Dengan begitu, demokrasi tidak hanya efisien dari sisi prosedural tetapi efektif secara substansial, sehingga melahirkan pemimpin berkualitas, baik pada Pilpres, Pilkada maupun Pileg.

Pemimpin berkualitas yang dimaksud adalah yang memiliki kapasitas, kapabilitas, dan integritas. Bukan pemimpin yang lahir karena ambisi kekuasaan, tambahnya.

Dalam konteks itulah, kata Bagus, netralitas wartawan dan pers tetap harus dijaga. Dengan menjaga netralitasnya, maka wartawan dan pers dapat tetap menjalankan salah satu fungsi utamanya, yakni mencerahkan dan meningkatkan literasi politik sekaligus mampu meredam berbagai potensi polarisasi dan perpecahan di masyarakat.

Bagus menguraikan kode etik jurnalistik itu menegaskan panduan etik wartawan dalam menjalankan profesinya. Tiga pasal telah secara jelas menyebutkan wartawan bersikap independen, kredibel, mempertimbangkan dampak berita terhadap keutuhan bangsa dan isu SARA (suku, agama, rasa, golongan), gender, dan kelompok tertentu,  terangnya.

Selain itu, wartawan tidak beriktikad buruk, tidak menyiarkan karya jurnalistik yang menyesatkan, memutarbalikkan fakta, melakukan plagiat, berita bohong/hoaks, fitnah, cabul, dan sadis.

Khusus untuk para reporter liputanterkini.co.id di semua daerah, Bagus mengingatkan agar prinsip independensi dan netralitas harus benar-benar dipatuhi.

“Hal itu sejalan dengan fungsi pers sebagai lembaga kontrol sosial. Wartawan tetap harus bersikap kritis, ikut mengawasi Pemilu 2024 sehingga berjalan lancar tanpa terjadi kecurangan,” pungkasnya.**
(Jok)

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *