SURABAYA, Liputan Terkini – Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PA) yang merupakan yayasan mandiri, inten dalam penanganan permasalahan perempuan dan anak Indonesia ini, tak pernah bosan melakukan kegiatan dengan berbagai programnya di 22 Provinsi.
TRC PPA berdiri sejak 2015 silam, di bawah asuhan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Opung Arist Merdeka Sirait.
Di ceritakan Jeny Claudya Lumowa yang akrab di sapa Bunda Naumi, Koordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), “Saat itu Ia sedang fokus bersama Komnas PA dan Jajaran Polda Bali dalam mengungkap misteri kematian Angeline, bocah 7th yang di kabarkan hilang oleh ibu angkatnya, Margareth (WNA) Australia, di Kuta, Bali”, ungkap Bunda, (20/12/2022).
TRC PPA awalnya adalah TRC PA berdasarkan SK Menkumham Februari 2016 yakni Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak, namun seiring berjalannya waktu, TRC PA mengembangkan sayap dengan memperhatikan permasalahan – permasalah kaum perempuan yang merupakan permasalahan yang komplek dengan permasalah anak. Dengan kesepakatan Dewan Pembina, di ajukanlah perubahan legalitasnya, yakni akta pendirian dan SK Menkumham dengan Nama TRC PPA (Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak), tambah Bunda.
Kini, kita telah memasuki tahun ke 7, dalam perjuangan menemani dan memperjuangkan hak – hak Perempuan dan Anak Indonesia. Dengan TRC PPA ada di 22 Provinsi di Indonesia, saya mengajak seluruh Tim untuk lebih solid dalam menjalankan program-programnya, utamanya Gerakan Preventif, Edukatif dan Perlindungan terhadap perempuan dan anak Indonesia, terangnya.
TRC PPA bekerja dengan biaya mandiri, tanpa di biayai pemerintah, namun sebagai pegiat sosial, kita harus tetap oftimis, semangat dan kompak guna mencapai maksud dan tujuan TRC PPA sebagaimana tertuang dalam AD/ART.
“Saat ini, saya dalam kondisi terbaring sakit, mohon do’anya kepada seluruh Tim, agar kondisi saya segera membaik dan Fit kembali seperti sedia kala. Memasuki usia ke 7 ini, momentum bagi kita untuk penguatan organisasi, sehingga gaung kita dalam mencegah dan memerangi tindak kejahatan terhadap perempuan dan anak dapat lebih menjangkau maksimal hingga kepelosok daerah.
Memasuki ke 7th TRC PPA, Semoga makin solid dan bermanfaat bagi masyarakat luas serta berguna bagi Nusa dan Bangsa, pungkas Naumi.
(Red)














