BANYUWANGI — Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni, masyarakat Desa Wringinagung menggelar sarasehan kebangsaan pada Senin (1/6/2026). Diskusi ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, sebagai upaya memperkuat pengamalan nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan sehari-hari.
Agenda tahunan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Bupati Banyuwangi periode 2005–2010, Dr. Ratna Ani Lestari, S.E., M.M., dan akademisi Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, Dr. Hary Priyono.
Dalam orasinya, Ratna Ani Lestari—yang tercatat sebagai bupati perempuan pertama dalam sejarah Kabupaten Banyuwangi—menegaskan pentingnya menjaga warisan ideologi bangsa untuk generasi masa depan. Ia mengimbau agar Pancasila diimplementasikan secara riil, bukan sekadar menjadi hafalan tekstual.
“Pancasila adalah rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Di tengah berbagai tantangan zaman, kita harus terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan mengutamakan gotong royong sebagai jati diri bangsa,” kata Ratna.
Di sisi lain, Hary Priyono menyoroti urgensi wawasan kebangsaan dalam menjawab tantangan era digital. Menurut akademisi yang aktif dalam kajian sosial kemasyarakatan tersebut, derasnya arus teknologi harus diimbangi dengan filter karakter yang kuat berbasis Pancasila guna menangkal disinformasi.
Kepala Desa Wringinagung mengapresiasi tingginya antusiasme warga yang terlibat aktif dalam sesi tanya jawab interaktif seputar isu toleransi dan pendidikan karakter ini. Pihak pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat terus konsisten digelar demi merawat ruang dialog dan persaudaraan antarwarga.














