Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Jawa Timur

Bupati Ipuk Resmikan Rumah Pompa untuk Antisipasi Kekeringan di Banyuwangi

4
×

Bupati Ipuk Resmikan Rumah Pompa untuk Antisipasi Kekeringan di Banyuwangi

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

BANYUWANGI — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi guna mengantisipasi kekeringan sekaligus meningkatkan produktivitas petani menjelang musim kemarau.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian rumah pompa dan sumur bor milik Kelompok Tani Keji Beling di Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari, Kamis (7/5/2026), yang dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Bantuan dari Kementerian Pertanian itu mampu mengairi lahan persawahan seluas 50,63 hektare yang dikelola 63 petani setempat.

Bupati Ipuk mengatakan keberadaan sumur bor dan rumah pompa menjadi solusi penting untuk menjaga ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan, khususnya saat memasuki musim kemarau.

“Adanya sumur bor ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani sepanjang tahun. Sehingga dapat mendorong produktivitas pertanian sekaligus sebagai upaya antisipasi kekeringan jelang musim kemarau,” ujar Ipuk di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Menurut Ipuk, infrastruktur pengairan tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil pertanian, tetapi juga membantu petani meningkatkan intensitas tanam dan mengurangi risiko gagal panen akibat kekurangan air.

Selain itu, distribusi air menjadi lebih tertata sehingga petani tidak lagi harus bergantian mendapatkan pasokan air seperti sebelumnya.

“Mari kita jaga bersama fasilitas yang sudah tersedia ini supaya dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang untuk kesejahteraan bersama,” katanya.

Program sumur bor tersebut merupakan bagian dari Program Optimasi Lahan (Oplah) Kementerian Pertanian yang bertujuan meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas melalui penataan sistem pengairan serta pengelolaan lahan.

Pada 2025, program optimasi lahan di Banyuwangi dilaksanakan di area seluas 1.008 hektare yang tersebar di Kecamatan Rogojampi, Blimbingsari, dan Srono. Program itu meliputi pembangunan 29 unit sumur bor, tiga jaringan irigasi tersier sepanjang total 300 meter, serta bantuan benih untuk lebih dari 1.000 hektare lahan sawah.

Ketua Kelompok Tani Keji Beling, Isa Ansori, mengaku bantuan sumur bor memberi dampak signifikan bagi aktivitas pertanian warga. Menurutnya, petani kini tidak lagi mengalami kesulitan air saat musim kemarau.

“Sebelumnya petani harus bergantian mendapatkan air. Sekarang pasokan lebih stabil sehingga masa tanam meningkat dari dua kali menjadi tiga kali setahun,” ujar Isa.

Ia menambahkan, keberadaan sumur bor juga membuka peluang usaha tambahan bagi kelompok tani, mulai dari budidaya ikan hingga wahana kolam renang anak yang dikelola secara mandiri.

Sementara itu, data Pemkab Banyuwangi mencatat produksi padi daerah tersebut pada 2025 mencapai 806.771 ton dengan luas tanam 121.319 hektare, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 794.783 ton dari luas tanam 119.651 hektare.

 

(Ira)

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet giriş | meritbet | grandpashabet giriş | grandpashabet | grandpashabet | grandpashabet | ultrabet | jojobet | jojobet | جلب الحبيب | jojobet | jojobet giriş | جلب الحبيب | roketbet | roketbet giriş | romabet | romabet giriş | casibom | parmabet | roketbet | jojobet | jojobet giriş |