BLITAR, liputanterkini.co.id – Gelombang kerusuhan yang melanda berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menyisakan pertanyaan besar, siapa dalang di balik pembakaran gedung-gedung pemerintah, penjarahan rumah pejabat, dan jatuhnya korban jiwa ?
Publik kini menuntut transparansi. Badan Intelijen Negara (BIN), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) diminta tidak sekadar melempar wacana tentang adanya “penyusup” atau “provokator”, tetapi juga mengungkap bukti otentik kepada masyarakat.
“Jangan ada kebohongan publik. Negara ini butuh kejujuran dan keberanian untuk membuka siapa otak di balik tragedi ini. Rakyat sudah cukup menderita, jangan ditambah dengan informasi yang ditutup-tutupi,” tegas Haryono, S.H., M.H. praktisi hukum, Selasa (2/9/2025).
Klaim Ada “Dalang”, tapi Bukti Publik Masih Gelap
Polri sebelumnya menyebut ada aktor yang sengaja menyusup dalam aksi damai sehingga berubah menjadi anarkis. Bahkan beberapa tokoh intelijen dan politik menyuarakan kemungkinan keterlibatan pihak asing. Namun, hingga kini belum ada satu pun nama atau kelompok yang secara resmi diumumkan sebagai dalang.
Sementara itu, ribuan orang sudah ditangkap, tetapi publik masih belum mendapat kejelasan siapa yang mengorganisir rangkaian kerusuhan ini.
“Kalau benar ada dalang, buka datanya. Jangan hanya wacana. Masyarakat butuh kepastian, bukan rumor,” kata Haryono.
Tuntutan Investigasi Terpadu
Haryono mendesak BIN, Polri, dan TNI membentuk tim investigasi terpadu dengan pengawasan independen. Transparansi dianggap kunci untuk mencegah kerusuhan semakin dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
“Rakyat sudah kehilangan nyawa, kehilangan harta benda. Negara jangan hanya menyalahkan massa, tapi harus berani menelusuri siapa yang memberi perintah, siapa yang menyiapkan logistik, siapa yang mendapat keuntungan dari semua ini,” ujar Haryono.
Publik Menunggu Jawaban
Seiring meningkatnya tekanan, semua mata kini tertuju kepada BIN, Polri, dan TNI. Publik menunggu pembuktian apakah benar ada dalang besar di balik gelombang kerusuhan nasional atau sekadar kekacauan spontan yang dimanfaatkan pihak tertentu.
“Jika negara gagal mengungkap kebenaran, maka yang dikorbankan bukan hanya rakyat, tetapi juga kepercayaan publik terhadap institusi negara,” pungkas Haryono. ( Rls/Fen )


















