BANYUWANGI, liputanterkini.co.id – Upacara adat Ider Bumi dengan tradisi Oncor Sewu merupakan budaya warisan leluhur yang di yakini masyarakat Osing Banyuwangi secara turun temurun, khususnya masyarakat yang ada di Desa Rejosari, Kec. Kabat, Kab. Banyuwangi Tepatnya di Lingkungan Lalangan.
Nampak mulai dari anak-anak, remaja, pemuda sampai orang-orang lanjut usia, tak ketinggalan para santri sangat antusias mengikuti tradisi Oncor Sewu, berkeliling kampung dengan membawa obor (Oncor, bahasa Osing-red).
Dalam pelaksanaan acara, salah satu ustad, di setiap pojok kampung berhenti untuk mengumandangkan adzan yang di iringi masyarakat juga para santriwan – santriwati. Selain itu, nampak disepanjang jalan, masyarakat menyajikan nasi Tumpeng Khas desa Rejosari. Karena setelah berkeliling arak-arakan obor/ Oncor. Masyarakat melaksanakan makan bersama.
Kepada awak media, Takmir Masjid Baitul Mu’min, lingkungan Lalangan, yakni Ustad Ansor yang akrab disapa pak Ansori, menjelaskan bahwa tradisi “Ider Bumi Oncor Sewu” menjadi salah satu agenda budaya lokal yang ada di Desa Rejosari, yang perlu dilestarikan dan sekaligus mengenalkan tradisi dan budaya daerah kepada masyarakat luas, ucap Ustad.
“Ritual adat ini rutin dilaksanakan setahun sekali, sebagai ungkapan syukur agar diberikan keselamatan dan hasil bumi di desa Rejosari menjadi aman dari penyakit dan panenan juga rizqi yang melimpah, umumnya di Banyuwangi,” tambahnya.
Senada dengan Ustad Ansor, Sucipto salah satu warga setempat menyatakan bahwa “Tradisi budaya Ider Bumi Oncor Sewu tersebut perlu dilestarikan, meski siapapun kepala desanya, seluruh masyarakat berharap tradisi ini terus berlanjut setiap tahunnya, pungkasnya.**
(Cip)














