BANYUWANGI, liputanterkini.co.id – Sejarah selalu akan meninggalkan catatan masa lalu yang akan menjadi bekal bagi generasi sekarang maupun akan datang. Seperti penemuan situs berupa bata merah maupun artefak akan dapat membawa cerita pada masanya yang akan bermanfaat bagi generasi.
Menurut Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banyuwangi” Ilham Triadi saat di konfermasi awak media liputan terkini melalui sambungan seluler menyampaikan petugas TACB Banyuwangi menerima tugas dan arahan dari MY. Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, untuk memastikan atas laporan dari masyarakat dengan menurunkan TACB ke Dusun Balak Kidul Desa Balak Kecamatan Songgon untuk melakukan penelitian dan pengkajian atas temuan bata merah berukuran jumbo, yang menjadi karakteristik peninggalan masa lalu.
Tim Ahli Cagar Budaya Banyuwangi Dalam melakukan penelitian dan pengkajian atas penemuan benda purbakala di lokasi juga di dampingi Dewa Alit Siswanto” Kabid Kebudayaan Disbudpar dan 3 stafnya, Tata Ruang Dinas PU” Tanto Sulistiyono , Pjs. Camat Songgon, Kades Balak” yayak, Kades Bedewang” sumawi, Kadus Krajan desa parangharjo” Rizal,
Babinkamtibmas Desa Balak beserta 2 personil Polsek Songgon dan beberapa pegiat sejarah. Jumat (28-04-2023). Ucap Ilham.
Masih lanjud dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB)” Ilham Triadi dalam temuan berupa reruntuhan struktur bata merah berukuran jumbo yang diperkirakan berusia lebih dari tiga abad dalam kondisi 75 % utuh dan ditemukan oleh penduduk setempat saat membersihkan lokasi yang akan dijadikan penambangan sirtu , Ratusan pecahan bata merah berdasarkan identifikasi temuan, ukurannya bervariasi berdasarkan teknik pengerjaannya dilakukan sangat tradisional tanpa glasir yang masih 75% utuh.
TACB Kabupaten Banyuwangi dan Disbudpar Banyuwangi bersinergi dengan Pemerintah Kecamatan Songgon, Pemerintah Desa Balak , Pemerintah Desa Parangharjo dan Pemerintah Desa Bedewang Kecamatan Songgon Banyuwangi masih terus melakukan serangkaian upaya penelitian dan pengkajian sejumlah tempat yang berpotensi memiliki situs purbakala Perlu penyelamatan dilakukan untuk meneliti dan mengidentifikasi terhadap artefak yang diduga obyek cagar budaya. Banyak struktur bata yang umumnya ditemukan dan sebagian besar terakota ini padat, tetapi juga ditemukan ditemukan berdinding tipis. Penjelasan Ilham.
TACB banyuwangi melakukan survei permukaan untuk membuat kajian awal. Diantara reruntuhan bata merah berukuran jumbo serta ditemukan artefak-artefak berbahan porselen dari masa Dinasti Ming Wanli ( 1373-1620 ) dan puluhan fragmen pecahan gerabah yang di klasifikasikan 3 kelompok,
Sekarang artefak-artefak tersebut disimpan di rumah Rizal ( Pak Wo Krajan – Desa Parangharjo )
Untuk melindungi ODCB ( obyek diduga cagar budaya ) ini, yg akan dilakukan adalah sementara diupayakan :
- Menghentikan aktivitas penambangan (yang punya lahan sudah menyetujuinya).
2.Dipasang garis police line disekitar yang sudah tergali untuk mengamankan lokasi, utamanya bata merah ukuran jumbo yang berserakan pihak polsek Songgon menyanggupi. Bebernya.**
(Ynt)














