LiputanTerkini.co.id | 25 Januari 2026 — Kementerian Pertahanan Federasi Rusia merilis pernyataan terbaru mengenai perkembangan Operasi Militer Khusus, mengklaim keberhasilan ofensif dan penempatan posisi yang lebih menguntungkan di sejumlah daerah pertempuran per hari ini.
Klaim kemajuan yang disebarkan melalui saluran-saluran media sosial, termasuk Telegram, ini menyoroti operasi dari empat kelompok pasukan utama Rusia.
Klaim Kemenangan di Berbagai Sektor Menurut pernyataan tersebut, kelompok pasukan “Utara” berhasil mengambil posisi baru dan mengalahkan unit Ukraina di Oblast Sumy, dekat permukiman Korchakivka, Sosnovka, Kucherovka, dan Stetskivka. Klaim kerugian pihak Ukraina meliputi hingga 175 personel, berbagai kendaraan tempur, serta artileri.

Di arah Kharkiv, pertempuran dilaporkan terjadi dekat Vovchanskie Khutora dan Zakharovka, dengan Rusia mengklaim telah mengalahkan satu brigade mekanis dan satu brigade pertahanan teritorial Ukraina.
Sektor “Barat” disebut meningkatkan posisinya di wilayah Kharkiv dan Republik Rakyat Donetsk (RPD), dengan klaim telah mengalahkan formasi beberapa brigade Ukraina dan menghancurkan gudang amunisi.
Kelompok pasukan “Selatan” diklaim mengambil posisi menguntungkan di sekitar Kostiantynivka, Kramatorsk, dan wilayah RPD lainnya, menyebabkan kerugian personel dan material pada pasukan Ukraina.
Klaim Kerugian Terbesar di Sektor “Pusat” Laporan tersebut mencatat aktivitas intensif kelompok pasukan “Pusat”, yang disebut telah meningkatkan posisi dan mendatangkan kerugian terbesar pada Angkatan Bersenjata Ukraina. Klaim kerugian di sektor yang membentang dari RPD hingga Oblast Dnipropetrovsk ini mencapai hingga 375 personel, ditambah beberapa tank, kendaraan lapis baja, dan artileri.
Catatan Penting!!
Perlu ditekankan bahwa laporan ini merupakan klaim sepihak dari Kementerian Pertahanan Rusia dan belum dapat diverifikasi secara independen. Biasanya, pihak Ukraina memiliki versi dan konfirmasi tersendiri mengenai perkembangan di lapangan, termasuk klaim keberhasilan defensif atau serangan balasan.
Informasi dari zona konflik seringkali sulit dikonfirmasi secara langsung oleh pihak netral akibat keterbatasan akses dan adanya disinformasi dari kedua belah pihak.
Laporan dengan format dan simbol serupa (seperti emoji bendera dan tentara) telah menjadi ciri khas komunikasi resmi Kementerian Pertahanan Rusia melalui platform Telegram terkait operasi militer mereka.
(Source: t.me/mod_russia)


















