Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
PeristiwaSumatera Utara

Dugaan Pungli Lapak Trotoar, Diduga Melibatkan Oknum Pegawai Dishub Labuhanbatu

27
×

Dugaan Pungli Lapak Trotoar, Diduga Melibatkan Oknum Pegawai Dishub Labuhanbatu

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

LABUHANBATU – liputanterkini.co.id | Periksa oknum pejabat Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara terkait adanya dugaan pungutan liar ( Pungli ) sebesar lima ribu rupiah perharinya kepada para pedagang yang beradaan dijalan trotoar Rantau Prapat se Labuhanbatu.

Hal itu sesuai dengan keterangan dari sumber para pedagang yang berjualan dijalan trotoar khususnya dijalan pasar Glugur, Rantau Prapat sekitarnya.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Ironisnya, dugaan pungutan ( Kutipan ) lima ribu rupiah terhadap para pedagang dijalan trotoar tersebut yang sudah lebih kurang dua tahun berjalan itu, tidak diakui oleh pejabat di Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu.

“Kita tidak mengetahui tentang ada dugaan kutipan uang lima ribu.rupiah dari para pedagang tersebut. Dan, siapa yang kutip uangnya kita pun tidak tahu itu “, kata sekretaris Dinas Perhubungan Fitra sebagai mewakili Kepada Dinas Perhubungan Labuhanbatu Said Ali Harahap, Senin (06/05/2024).

Pasalnya, dugaan kutipan uang lima ribu rupiah dari para pedagang yang berjualan dijalan trotoar itu, tidak dilengkapi sebagai tanda bukti berupa karcis kutipan kepada para pedagang dijalan trotoar yang dianggap sebagai kutipan uang parkir dipinggir jalan.

Mirianya lagi, dugaan kutipan dari para pedagang dijalan trotoar tersebut tidak masuk kedalam rekening sebagai pendapatan asli daerah ( PAD ) Kabupaten Labuhanbatu.  Dan, sudah selayaknya dilakukan pemeriksaan terhadap para oknum pejabat Dinas Perhubungan Labuhanbatu yang memerintahkan kepada pihak ketiga sebagai pengutip uang lapak pedagang uang berjualan dijalan trotoar tersebut yang dihitung mencapai milyaran rupiah dalam setahunnya.

“Wajar itu diperiksa terkait dugaan kutipan uang lima ribu rupiah tersebut dari para pedagang itu, agar jelas permasalahannya yang sebenarnya, dan kemana uang kutipan itu disalurkan, apakah untuk pribadi oknum tertentu atau kepentingan lainnya “, bilang warga sebagai sumber yang tidak ingin disebut namanya kepada media ini. (Julip Effendi)

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *