Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
Example 728x250
Jawa TimurSosial

Mengingat Kiprah TRC PPA dan 7th Kematian Angeline, Bocah 7th di Bunuh Ibu Angkatnya

3
×

Mengingat Kiprah TRC PPA dan 7th Kematian Angeline, Bocah 7th di Bunuh Ibu Angkatnya

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DENPASAR, Liputan Terkini – Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) adalah Yayasan mandiri yang inten dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan dan anak Indonesia.

Memasuki tahun ke 7 berdirinya TRC PPA ini, Koordinator Nasional (Kornas) TRC PPA, Jeny Claudya Lumowa yang akrab di sapa Bunda Naumi, mengajak seluruh jajaran untuk mengingat kembali, kiprah TRC PPA dalam pengungkapan kasus kematian Angeline, bocah 7th yang di bunuh ibu angkatnya WNA Australia 7 tahun silam (2015) di Kuta, Bali. Senin (26/12/2022).

Example 300x600

Saat itu, 10 Juni 2015, adalah hari bersejarah bagi TRC PPA, bagi relawan pejuang kemanusiaan yang inten memperjuangkan hak – hak perempuan dan anak Indonesia.

Tragedi meninggalnya Angeline, bocah 7 tahun yang sebelumnya di kabarkan hilang oleh ibu angkatnya, Margaretha WNA Australia di Kuta, Bali telah menggemparkan dunia.

Jeny Claudya Lumowa yang akrab di sapa Bunda Naumi, menyampaikan, “Meninggalnya anak kita Angeline merupakan tragedi yang sangat memilukan hati kita semua, dimana seorang anak yang masih berusia 7th dibunuh dan dikubur di gudang dekat kandang ayam oleh ibu angkatnya sendiri”, (15/06/2021).

Apapun alasannya, tindakan Margaretha ibu angkat Angeline adalah perbuatan keji dan jahat, hal ini wajib kita jadikan pelajaran berharga. Terkait anak, waspadai lingkungan sekitar, waspadai orang-orang dekat di sekitar kita, ungkap Bunda.

Di tempat terpisah, Arist Merdeka Sirait yang akrab di sapa Opung Arist, Ketua Komnas Perlindungan Anak, mengatakan dengan penuh keharuan saat memperingati tragedi meninggalnya Angelina sabtu 12 juni 2021 di daerah Sedap Malam Bali.

“Kasus ini terungkap atas kerjasama TRC dan Polsek Sanur Timur, Saya dapatkan berita terungkapnya kasus Angeline ini dari sahabat saya Naumi dia yang mengabarkan ke saya”, ungkap Opung.

Sebelumnya, Angeline dikabarkan menghilang pada tanggal 16 Mei 2015 oleh ibu angkatnya Margareta dan kakak sepupunya, dengan kegigihan TRC PPA dan kepolisian Polda Bali akhirnya terungkap bahwa Angeline yang sebenarnya dibunuh oleh ibu angkatnya dan dikubur dibelakang rumah dekat kandang ayam.

Arist Merdeka Sirait lebih lanjut mengatakan “Saya akan bicarakan dengan bapak presiden, untuk menetapkan tgl 10 Juni sebagai hari “ANTI KEKERASAN TERHADAP ANAK” bertepatan dengan tragedi meninggalnya Angeline, pungkas Opung.**

(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *