Karawang – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, meninjau langsung kesiapan Command Center Operasi Ketupat 2026 di KM 29 ruas Tol Jakarta–Cikampek, Senin (16/3/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan sistem pemantauan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah berjalan optimal.
Dalam pengamanan mudik tahun ini, Kepolisian Republik Indonesia memanfaatkan teknologi canggih yang terintegrasi secara nasional untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time.
Berbagai perangkat modern disiapkan untuk mendukung pengawasan arus kendaraan, di antaranya Traffic Counting untuk menghitung volume kendaraan, teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk analisis kepadatan lalu lintas, serta aplikasi K3I yang menyediakan peta digital jalur mudik secara komprehensif.
Selain itu, pengawasan juga diperkuat dengan penggunaan drone pemantau dan drone ETLE guna menjangkau titik-titik yang tidak terpantau kamera CCTV. Seluruh personel patroli di lapangan juga dilengkapi kamera tubuh (bodycam) untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Command Center mobile ini dilengkapi drone yang akan melihat titik-titik yang tidak terpantau CCTV. Dari situ kita bisa melakukan analisa data untuk mengambil keputusan-keputusan yang diperlukan,” ujar Wakapolri.
Melalui analisis data dari Command Center tersebut, Polri dapat mengambil keputusan cepat dalam penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow maupun one way sebelum terjadi kemacetan.
Polri menegaskan komitmennya dalam memberikan pengamanan maksimal selama periode mudik melalui Operasi Ketupat 2026, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan ke kampung halaman dengan aman, lancar, dan nyaman pada perayaan Lebaran 1447 H.














