Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Opini

Revitalisasi Pasar dan Aroma Korupsi Menjelang Pilkada

3
×

Revitalisasi Pasar dan Aroma Korupsi Menjelang Pilkada

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh : Edy Gempur

BANYUWANGI – liputanterkini.co.id | Dalam rangka untuk persiapan pembangunan / Revitalisasi pasar induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan Banyuwangi, pemerintah Daerah sudah selesai merelokasi pedagang pasar Banyuwangi, dan hampir dipastikan sudah rampung.

Example 300x600

Kini para pedagang sudah menempati lapak lapak yang disediakan oleh pemerintah di area Gedung wanita, dan ada sebagian yang memilih untuk mencari tempat sendiri di tempat yang lain.

Pasar induk Banyuwangi itu hanya menyisakan bangunan yang tanpa penghuni. Dan apabila kita menelusuri dan melihat kondisi pasar legendaris itu pada malam hari bagaikan “rumah hantu” yang terkesan angker. Belum ada tanda tanda kapan pelaksanaan pembangunan revitalisasi pasar itu akan mulai dilaksanakan.

Salah satu pentolan aktifis anti korupsi Banyuwangi Edy Gempur menegaskan, “Saat membuka laman lpse pada kementerian PUPR, ternyata sampai saat ini masih jadwal proses lelang pengadaan barang dan jasa, dan belum ada pemenang lelang yang nantinya sebagai pelaksana pembangunan / revitalisasi pasar induk Banyuwangi dan Asrama inggrisan Banyuwangi itu. Bahkan jadwal penandatanganan kontrak baru akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juni sampai 2 juli 2024.”

Aktifis pentolan Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Banyuwangi ( Aman korban ), Edy Gempur lebih lanjut menegaskan, “Pengawasan suatu kegiatan harus dimulai sejak ujung permulaan yaitu perencanaan. Dan proses lelang / tender itu sangat penting untuk kita awasi bersama, karena bisa jadi korupsi itu timbul / dimulai pada saat proses lelang / tender itu dilaksanakan. Dan proses lelang / pengadaan barang & jasa  itu harus memenuhi unsur / prinsip – prinsip : efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel.

Ada beberapa faktor seseorang / penyelenggara negara  melakukan korupsi, diantaranya: Keserakahan, Kebutuhan, dan Kesempatan. Banyak  pejabat daerah yang terlibat kasus korupsi dimana uang hasil korupsinya dipergunakan untuk membiayai pencalonanya kembali dalam pemilihan kepala daerah. Dan biasanya kasus korupsi itu sering menyertai, dan akan meningkat menjelang pemilu dan pilkada.

Ini yang membuat rentan pelaksanaan revitalisasi pasar induk Banyuwangi dan Asrama inggrisan Banyuwangi menjadi tunggangan pihak pihak yang berkepentingan, dan menjadikanya lahan basah untuk berbuat korupsi. Sehingga kita harus secara aktif mengawasi dari awal terhadap revitalisasi pasar induk Banyuwangi dan Asrama Inggrisan Banyuwangi itu, walaupun sebenarnya sebagian besar dari kita tidak bisa memastikan kapan & dimana proses terjadinya korupsi itu, akan tetapi kita harus berusaha bisa mencium indikasi terjadinya korupsi itu sejak dini, pungkas Edy.**
(Ira)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *