Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Jawa TimurUnggulan

Sebanyak 209 Petani Terdata di RDKK di Undang untuk Terima Kartu Tani dari BNI

17
×

Sebanyak 209 Petani Terdata di RDKK di Undang untuk Terima Kartu Tani dari BNI

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

BANYUWANGI, Liputan Terkini – Bertempat di Kantor Camat Cluring, Banyuwangi, di jadwalkan sebanyak 200 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani dan telah terdata di RDKK, hari ini akan menerima kartu tani. Kamis (13/10/2022).

Penyaluran kartu tani kepada para petani, di lakukan oleh petugas Bank Nasional Indonesia (BNI) di dampingi petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP).

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Disampaikan Risky, perwakilan bank BNI, petani yang akan menerima kartu tani hari ini adalah mereka yang sudah memenuhi kriteria, yakni tergabung dalam kelompok tani dan terdata di RDKK, terang Risky.

“Data awalnya di ambil dari kios yang di dapat dari kelompok tani, diajukan ke PPL langsung di lanjutkan ke BPP, kemudian jadilah e RDKK, jika sudah jadi langsung di kirim ke BNI dan di cetak, baru akan muncul nama – nama pada kartu tani, dan penyalurannya melalui kita Bank BNI. Namun setiap petani yang akan menerima, nantinya akan di sesuaikan datanya, yakni foto, nama ibu kandung dan nomer telpon, BNI hanya menyalurkan sesuai e RDKK”, tegas Risky.

Sementara Margawati, SP, petugas Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cluring di konfirmasi disela – sela waktunya, menyampaikan bahwa semua data yang di terima Bank BNI adalah data dari BPP yang awalnya dari kelompok tani.

“Iya, semua data yang diterima Bank BNI adalah data dari BPP, yang awalnya dari kelompok tani”, terangnya.

Margawati, Sp (Petugas BPP Cluring)

Apa tujuanya di buatkan kartu tani ?

“Ya biar tertib, masalahnya sampai hari ini petani masih bebas untuk beli pupuk di mana saja, sementara kios juga menjualnya, makanya dengan kartu tani ini diharapkan dapat lebih tertib, itu sebenarnya tujuan pemerintah”, ungkap Margawati.

Kartu tani ini nantinya sebagai syarat utama pengambil pupuk di kios. Seperti ATM, di gesek namun tempat geseknya sesuai dengan data yang tercantum di e RDKK dan tidak bisa di gesek di tempat lain.

Setelah di gesek, akan muncul sisa saldo untuk pembelian berikutnya. Masalahnya masih banyak kendala di lapangan, petugas mensosialisasikan kartu tani sejak tahun 2017 silam sampai hari ini. Saat ini, kita mengundang 209 petani, namun yang hadir cuma seratus, jadi kami sebagai petugas sudah maksimal bekerja bagaimana pupuk ini bisa nyampek kepada petani, dan yang berhak menerima pupuk subsidi yakni yang sudah terdata di e RDKK di wilayahnya, tutup Margawati.*
(Tim)

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *