Jakarta, 4 Maret 2026 – Pemerintah memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimal. Untuk memperkuat ketahanan energi, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) baru agar kapasitas cadangan dapat ditingkatkan hingga tiga bulan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3).
Bahlil menjelaskan bahwa kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia selama ini terbatas, dengan kemampuan maksimal sekitar 25 hari. Standar minimal cadangan nasional berada di kisaran 20–23 hari.
“Saat ini cadangan BBM kita sudah berada di angka 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional sebagaimana lazimnya,” ujar Bahlil kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan stok energi nasional masih dalam batas aman, termasuk menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
Meski stok dalam kondisi aman, keterbatasan fasilitas penyimpanan menjadi tantangan utama. Presiden Prabowo, kata Bahlil, menginstruksikan agar pemerintah segera membangun storage baru.
“Bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana? Karena storage kita belum memadai. Maka arahan Bapak Presiden segera membangun fasilitas penyimpanan,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan kapasitas cadangan energi nasional ke depan dapat diperkuat hingga mencapai 60 hingga 90 hari atau sekitar tiga bulan.
Terkait lokasi pembangunan, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah alternatif, dengan salah satu opsi terbaik berada di wilayah Sumatra.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menyinggung potensi dampak konflik global terhadap pasokan energi dunia. Ia memastikan hingga saat ini belum ada gangguan signifikan terhadap pasokan energi nasional.
“Kalau sampai sekarang belum terganggu. Tapi ke depan kalau perang berlangsung lama tentu bisa berdampak. Namun untuk satu hingga dua bulan ke depan, insyaallah masih aman,” katanya.
Pemerintah juga telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk diversifikasi sumber impor minyak mentah. Untuk BBM jenis bensin, Indonesia mengimpor dari kawasan Asia Tenggara, bukan dari Timur Tengah, sehingga relatif lebih aman dari dampak eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Sementara itu, pasokan LPG disebut dalam kondisi stabil dan tidak mengalami gangguan.
Langkah pembangunan storage baru ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Selain menjaga stabilitas pasokan, kebijakan tersebut juga bertujuan memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah dinamika geopolitik global.
Dengan tambahan kapasitas penyimpanan, pemerintah berharap ketergantungan terhadap pasokan jangka pendek dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi potensi krisis energi di masa depan.














