Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Jawa TimurKeagamaan

Tradisi Tadarus Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqin Kopen Lumbar Banyuwangi, Menghidupkan Malam dengan Lantunan Al-Qur’an

21
×

Tradisi Tadarus Ramadhan di Masjid Baitul Muttaqin Kopen Lumbar Banyuwangi, Menghidupkan Malam dengan Lantunan Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

Banyuwangi — Bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan suasana religius yang kental di berbagai daerah, termasuk di Masjid Baitul Muttaqin Kopen Lumbar, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Selepas salat tarawih, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an terdengar menggema, menandai dimulainya tradisi tadarus yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Tradisi tadarus di masjid ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi simbol kecintaan umat terhadap Al-Qur’an sekaligus sarana mempererat tali silaturahmi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk bersama dalam satu saf spiritual, membaca ayat demi ayat secara bergantian dengan penuh kekhusyukan.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca
oplus_2

Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an memiliki makna khusus bagi umat Islam. Karena itu, menghidupkan malam dengan membaca dan mendengarkan firman Allah SWT menjadi amalan yang bernilai pahala berlipat. Di Masjid Baitul Muttaqin, suasana ini terasa hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan harmoni sosial yang tumbuh dari aktivitas ibadah kolektif.

Lebih dari sekadar mengejar target khatam 30 juz, tadarus juga menjadi ruang pembelajaran. Generasi muda mendapatkan kesempatan memperbaiki tajwid dan makhraj, sementara para orang tua memberi teladan tentang pentingnya menjaga tradisi keagamaan. Dalam konteks sosial, kegiatan ini memperkuat identitas religius masyarakat Desa Kebaman.

Namun demikian, keberlangsungan tradisi ini tetap membutuhkan dukungan bersama. Peran pengurus masjid dan tokoh agama penting untuk memastikan pelaksanaan berjalan tertib dan nyaman, sehingga nilai ibadah tetap terjaga tanpa mengganggu lingkungan sekitar.

Di tengah arus modernisasi dan distraksi teknologi, tadarus bersama menjadi oase spiritual yang menenangkan. Ia mengajarkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperdalam hubungan dengan Al-Qur’an dan memperkuat kebersamaan.

Masjid yang hidup dengan lantunan ayat suci adalah cermin masyarakat yang menjaga nilai-nilai keimanan. Tradisi tadarus di Masjid Baitul Muttaqin Kopen Lumbar menjadi bukti bahwa Ramadan tetap menjadi ruang pembinaan moral dan spiritual bagi generasi masa kini dan mendatang.

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *