Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Nasional

Panglima Kohanudnas Uji Coba Sistem Integrasi Data Radar di Jakarta Selatan

15
×

Panglima Kohanudnas Uji Coba Sistem Integrasi Data Radar di Jakarta Selatan

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

Jakarta – Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono Putra, S.I.P., meninjau langsung simulasi uji coba sistem transmisi data situasi udara di wilayah Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi strategis, yaitu Resimen Arhanud 1/Falatehan dan Yonarhanud 10/Agni Bhuana Cakti (ABC).

Peninjauan tersebut difokuskan pada penguatan sistem komando dan kendali (SISKODAL) dalam mendukung penyelenggaraan pertahanan keamanan terpadu atas ruang udara nasional. Dalam simulasi tersebut, Kohanudnas menguji coba aplikasi Transmission Data Air Situation (TDAS) . Aplikasi ini berperan vital sebagai penghubung data taktis antara radar pusat dan satuan penembak di lapangan.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Simulasi ini menguji alur distribusi data sasaran udara secara real-time. Prosesnya dimulai dari deteksi oleh radar, kemudian data dikirimkan ke unsur penindak (satuan pertahanan udara). Pengujian ini bertujuan untuk memastikan kecepatan, akurasi, dan kesinambungan informasi dalam rantai komando, sehingga setiap unsur pertahanan udara dapat bertindak dalam satu kesatuan sistem yang terintegrasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kohanudnas untuk menyiagakan kekuatan pertahanan udara TNI. Dua satuan di bawah jajarannya, yaitu Arhanud 1/Falatehan dan Yonarhanud 10/ABC, menjadi lokasi pelaksanaan uji coba yang dipantau langsung oleh pimpinan tertingginya.

Peninjauan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di markas Resimen Arhanud 1/Falatehan dan Yonarhanud 10/Agni Bhuana Cakti (ABC) yang berlokasi di wilayah Jakarta Selatan.

Menurut keterangan yang dihimpun, integrasi data yang andal menjadi faktor kunci dalam menghadapi potensi ancaman udara modern. Ancaman saat ini menuntut respons cepat dan pengambilan keputusan yang tepat dari para komandan di lapangan. Dengan TDAS, diharapkan tidak ada lagi jeda informasi yang dapat menghambat penindakan terhadap ancaman yang masuk ke ruang udara yurisdiksi Indonesia.

Keberhasilan uji coba ini diharapkan dapat memastikan kesiagaan operasional unsur-unsur TNI AU yang berada di bawah kendali operasi Kohanudnas. Sistem ini akan menjamin bahwa setiap radar deteksi dan satuan penembak terhubung dalam satu jaringan data yang sama, memperkuat pertahanan udara nasional yang berlapis dan modern.

 

Sumber: Pusat Penerangan TNI

 

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *