BANYUWANGI – liputanterkini.co.id | Viral di media sosial adanya kabar yang mencemarkan institusi kepolisian. Polresta Banyuwangi di kabarkan telah terima uang 370 juta rupiah untuk ijin acara Battle Sound di Desa Sumbersewu, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi.
Polresta Banyuwangi akan mengusut kabar hoax yang mencemarkan institusi kepolisian setelah informasi itu beredar luas dibeberapa akun media sosial.
Sebuah akun tiktok dengan nama akun @tebe_rmx telah menyebarkan narasi polisi menerima suap. Lebih kejinya lagi, dalam unggahannya, akun itu menuliskan tidak diizinkannya event battle sound itu lantaran uang Rp. 170 juta yang ditawarkan ke kepolisian ternyata kurang.
“Izin awal Rp. 170 juta dipersulit, setelah bos BP Audio MALANG bergerak, di tambah Cash 200 juta jadi total 370 juta besok pagi izin akan di terbitkan, polisi bajingan premanisme pemeras rakyat,” tulisnya dalam video itu.
“Ancen Gateli Polisine Bolo, ” tambah keterangan dalam video.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Nanang Haryono perintahkan anggotanya untuk mengusut pemilik akun tik-tok itu. Termasuk beberapa akun media sosial yang turut menyebarkan informasi bohong ini akan turut diusut. “Akan kita tindak tegas, karena ini informasi bohong dan mencemarkan institusi Polri, tegas Kombes Nanang.
Informasi yang disampaikan dalam video itu, tak berdasar alias bohong.
Tidak diizinkannya penyelanggaraan event takbir keliling menggunakan sound horeg dan battle sound di Desa Sumbersewu itu didasarkan pada Surat Edaran Pemkab Banyuwangi nomor 501 Tahun 2024 yang diterbitkan 5 april lalu. Isinya tentang penyelenggaraan kegiatan masyarakat menyambut idul fitri 1 Syawal 1445 hijriah.
Dalam surat edaran itu, poin pentingnya yakni Penyelenggaraan takbir keliling pada malam Idul Fitri 1445 H yang barengi serangkaian Battle Sound, Sound Horeg, dan diiringi joged pargoy maupun persiapannya (cek sound) tidak diizinkan dilaksanakan, karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di masyarakat.
Selanjutnya, kegiatan takbir sambut hari raya Idul Fitri 1445 H hendaknya dilaksanakan di masjid, musala, atau di lapangan masing-masing tanpa adanya kegiatan di luar ibadah, jlentrehnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, melarang adanya battle sound dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah. Pemkab Banyuwangi juga tidak mengeluarkan izin kegiatan untuk pelaksanaan adu sound system yang diwarnai joget pargoy.
Aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Pemkab Banyuwangi Nomor 501 Tahun 2024 tersebut merupakan hasil rapat koordinasi lintas sektor, antara lain Pemkab, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polresta, Kodim 0825, Lanal, Kejaksaan Negeri, Forpimka dan Kepala Desa.
Terbitnya SE itu, memperhatikan Tausiah dari Dewan Pimpinan MUI Banyuwangi Nomor: 137/DP.MUI/Kab.Bwi/2023 Tanggal 20 Desember 2023, perihal: Tausiah Battle Sound dan Joget Pargoy.
Oleh karenanya dengan beredarnya narasi bohong yang menyatakan polisi menerima suap itu akan diselidiki lebih lanjut. “Kami pastikan akan kita telusuri lebih lanjut, ” tegas Kapolresta Banyuwangi.***
(Tim)