BANYUWANGI – liputanterkini.co.id | Darurat sampah plastik di kota ikan nomor dua di Indonesia, Muncar sudah sangat mengkhawatirkan. Sampah plastik bercampur dengan material kayu, ranting, menumpuk bertahun-tahun menyebabkan area pinggir pantai tertimbun membentuk daratan baru.
Hal tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya, sampah yang berasal dari sungai-sungai sekitar Muncar dan Srono terbawa hingga ke muara dan laut menghempaskannya kembali ke daratan.
Hal ini menginisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi dan Yayasan nirlaba Sungai Watch bekerjasama melakukan sebuah Program pembersihan. Program ini mengorganisir kegiatan pembersihan bersama oleh masyarakat dan pihak berwenang untuk membersihkan area terdampak.
Program ini dimulai pada hari Jumat (1/9) di pantai Dusun Tratas, Desa Kedungringin Kecamatan Muncar diresmikan langsung oleh Plt DLH Dwi Handayani melibatkan 40 petugas kebersihan dari Sungai Watch. Ratusan masyarakat tampak pula ikut dalam aksi kegiatan pembersihan sampah di pesisir Pantai Tratas mulai hari pertama hingga kini sudah masuk hari ketiga.
Kegiatan yang berlangsung hingga tanggal 7 Agustus 2023 yang akan datang tersebut memotivasi masyarakat sekitar, instansi pemerintah, para pelajar, komunitas untuk turut serta bersih-bersih pantai. Tak luput juga hadir seorang tokoh muda asli wong Muncar, seorang pengusaha UMKM terkenal di Muncar yaitu Corrie Annisa S.E.
Awak media sempat menemuinya disela-sela aktivitas mengumpulkan sampah plastik di lokasi pembersihan pantai Tratas. Saat disinggung tentang kegiatan tersebut ia mengatakan bahwa Sampah plastik di muncar ini sungguh sangat memprihatinkan.
“Ternyata setelah banyak berbincang dgn rekan dari Sungai Watch, sampah plastik ini kebanyakan dari sampah rumah tangga dan banyak yg dibuang di sungai sehingga bermuara ke laut. Dampaknya air laut jadi keruh dan penuh sampah. Padahal kita tahu sampah plastik tidak bisa terurai”, Kata finalis Duta Lingkungan Hijau Tahun 2009 ini.
“Terkait kegiatan yg diadakan oleh yayasan sungai watch ini sangat luar biasa, menjadi sedikit tamparan buat kita khususnya warga Muncar sendiri yg selama ini kurang peduli terhadap lingkungan, dengan gerakan dari yayasan sungai watch ini diharapkan bisa menginspirasi masyarakat untuk ke depannya lebih peduli kepada lingkungan”, kata Corrie.
Diharapkan ke depannya, kata Corrie menambahkan, selain lebih peduli kepada lingkungan, pemakaian sampah plastik lebih diminimalisir lagi, diganti dengan yang bisa digunakan ulang atau bisa juga bahan yang ramah lingkungan.
“Harapannya ke depan untuk generasi muda khususnya generasi muda Muncar ini lebih peduli kepada lingkungan, karena Muncar ini adalah aset kita hari ini dan masa depan. Mayoritas mata pencaharian di Muncar ini adalah dari hasil laut. Jika kita kurang peduli, semakin hari laut kita akan semakin kotor, dan penghasilan ikan kita akan semakin berkurang. Maka kasihan kepada generasi penerus kita kelak”, tambah Corrie Annisa.
Seperti diketahui bahwa Corrie Annisa.S.E. tercatat sebagai bakal calon legislatif dari partai Golkar, daerah pilihan 3, Muncar – Tegaldlimo.
“Mulai sekarang belajar sayangi lingkungan, terapkan hal kecil untuk tidak buang sampah sembarangan”, pungkasnya.**
(Edy)



















