BANYUWANGI, Liputan Terkini – Festival tradisi Islam Nusantara, salah satu rangkaian acara dalam peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama’ (NU) yang diselenggarakan di stadion Diponegoro Banyuwangi. Senin (9/1/2023).
Hadiri dalam kemeriahan Festival peringatan satu abad Nahdlatul Ulama saat itu, Presiden RI Ir. H. Joko Widodo., Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Prof. Dr. Mahfud MD., Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas., Habib Syeh Abdul Qodir Assegaf., Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa beserta semua unsur forkopimda provinsi Jatim., Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Azwar Anas., Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Deddy Foury Millewa beserta jajaran., Ketua Umum Pengurus Besar NU (PBNU) Yahya Cholil Staquf dan Ketua Organizing Committee Festival Tradisi Islam Nusantara, Yenny Wahid.
Dalam sambutannya, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani Aswar Anas, menyampaikan “Puji syukur Alhamdulillah, bapak Presiden Joko Widodo mendarat di bandara internasional Banyuwangi yang merupakan bandara dengan arsitektur terbaik di dunia Tahun 2022”, ucap Ipuk.
Warga Banyuwangi sangat bangga dan merasa terhormat, bapak Presiden berkenan hadir di Banyuwangi, semoga bapak Presiden senantiasa selalu dianugerahi kesehatan dan keberkahan dalam menunaikan pengabdian kepada bangsa dan negara ini, do’anya.
Kami berbangga diri, karena dipercaya menjadi tuan rumah rangkaian peringatan Satu Abad Nahdatul Ulama’ yang tidak terlepas dari sejarah penting perjalanan Nahdatul Ulama’, yakni berdirinya Gerakan Pemuda Ansor saat pertama Muktamar ke 9 Nahdlatul Ulama’ pada tanggal 23 April 1934 di Banyuwangi. Dan Kyai Haji Ali Mansur mengubah syair sholawat badar yang mana sholawat yang selama ini dikenal sebagai sholawatnya yang diciptakan dan dilantunkan di Banyuwangi, ungkap Ipuk.

Banyuwangi terus berbenah, sejak tahun 2020 Banyuwangi selalu menjadi kabupaten dengan pengendalian inflasi daerah terbaik di tanah air.
Setiap dukungan dari pusat tidak pernah kami sia-siakan, kami optimalkan dengan inovasi bapak Presiden, salah satunya dukungan infrastruktur jalan Taman Nasional Alas Purwo yang telah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara lebih dari 600%. Total sepanjang 2022 terdapat 2,9 juta kunjungan wisatawan Nusantara dan 29,020 wisatawan mancanegara, memang masih belum kembali seperti di tahun 2019 tapi insya’allah kita pacu lagi di tahun 2023, Pungkasnya.
Sementara penanganan untuk peningkatan kemiskinan akibat pandemi covid 19 juga dilakukan dengan beragam inovasi yang diantaranya subsidi ongkos kirim gratis produk UMKM Banyuwangi ke seluruh Indonesia dan hasilnya peningkatan kemiskinan di Banyuwangi di masa pandemi adalah yang terendah se jawa Timur, dan kemiskinan di Banyuwangi pada Tahun 2022 kembali menurun menjadi 7,51%, dan ini level terendah sepanjang sejarah Kabupaten ini sejak Indonesia merdeka.
Di tahun 2022, Banyuwangi juga telah bebas status Desa berkembang sebanyak 51 Desa masuk kategori maju dan 138 Desa kategori mandiri bahkan desa di Banyuwangi peringkat satu dengan indeks Desa membangun tertinggi di Indonesia dan kini kami terus tingkatkan lewat sistim pemerintahan yang berbasis elektronik desa atau SPBE desa yang kami adopsi dari peraturan presiden, dan Alhamdulillah antusias warga Banyuwangi untuk mendukung kelancaran program tersebut sangat luar biasa, tutup Ipuk.**
(Ynt)
Kutipan : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden













