Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Hukum & KriminialJawa Timur

Hendak Kabur dan Todongkan Senjata Kepada Petugas, Seorang Residivis di Dor Polisi Surabaya

24
×

Hendak Kabur dan Todongkan Senjata Kepada Petugas, Seorang Residivis di Dor Polisi Surabaya

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

SURABAYA, Liputan Terkini – Seorang residivis yang kerap mencuri motor di Surabaya dan Madura, telah dilumpuhkan oleh polisi. Kedua kaki bandit kambuhan itu terpaksa di dor Tim Anti Bandit Polsek Tambaksari.

Ia adalah Soleh (28), warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang. Soleh disergap Tim Anti Bandit Polsek Tambaksari saat membawa kabur motor di Jalan Klampis Anom 9 No. 15 Surabaya pada Selasa (9/11/2022) dinihari.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Fakih menjelaskan, penangkapan pelaku bermula saat Tim Anti Bandit Polsek Tambaksari melakukan penyelidikan setelah mendapati pelaku mendorong motor Scoopy putih tanpa pelat nomor di Jalan Kedung Cowek.

Namun saat diberhentikan, pelaku berusaha kabur. Meski telah diberikan dua kali tembakan peringatan ke udara, pelaku tidak menggubris, hingga masuk ke dalam sungai di Kedung Cowek.

Namun ketika diberi bantuan berupa tangga dan diminta naik, pelaku malah mengacungkan senjata tajamnya ke anggota.

“Karena aksi pelaku dapat membahayakan keselamatan petugas, akhirnya kedua betis pelaku dilumpuhkan (ditembak),” ujar Fakih di Mapolsek Tambaksari, Selasa (8/11/2022).

Fakih menambahkan, pelaku merupakan seorang residivis yang keluar masuk penjara. Dari catatan kepolisian, pelaku telah beraksi di 13 TKP.

“Pelaku ini sudah 13 kali melakukan curanmor di Surabaya dan tiga kali teridentifikasi pernah membegal motor di Madura. Bahkan ketika beraksi dia selalu berbekal senjata tajam dan tak segan melukai korban,” bebernya.

Fakih mengungkapkan, ketika beraksi Soleh tidak bekerja sendiri, melainkan bersama dua orang lainnya. Dua orang tersebut saat ini masih dalam pengejaran.

Sementara Soleh mengaku, dalam aksinya dia kerap mengambil kendaraan matik. Alasannya karena harganya lebih mahal.

Harganya lebih mahal, dijual di Madura, harganya Rp. 4 juta,” ujar Sholeh kepada wartawan.

Dari penangkapan Soleh, polisi juga berhasil menyita beberapa barang bukti motor Honda Scoopy, sebilah pisau, satu pelat nomor, kunci sok ukuran 8, sebuah alat kikir, dua buah kunci motor, 5 mata kunci T, sebuah kunci L dan gembok pagar rusak.**
(Red)
Sumber : jatim.now

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *