BANYUWANGI, Liputan Terkini – Kirab budaya atau dikenal dengan festival budaya (Karnaval) di Kec. Muncar di sambut antusias warga. Nampak kegembiraan dirasakan masyarakat setelah dua tahun lebih terbelenggu dalam kekangan pandemi Covid yang melanda negeri ini.
Kegembiraan kali ini di rasakan oleh Warga Desa Sumber Beras, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi yang pada hari ini menggelar Kirab Budaya yang di iringi berbagai jenis musik atau yang akrab di kenal masyarakat dengan sebutan Karnaval. Sabtu, (17/9/2022).
Kirab budaya biasanya dibagi dalam beberapa group atau kelompok yang berjalan menempuh jarak mulai dari garis start sampai garis finish.
Acara kirab budaya Desa Sumber Beras kali ini, di ikuti Forkopimka Muncar, Kepala Desa beserta semua perangkat, tokoh masyarakat dan warga masyarakat Desa Sumber Beras yang berjalan lancar yang dimulai dari pukul 08.00 Wib dan berakhir sore hari.
Dalam memeriahkan acara, Kepala Desa Sumber Beras, Sri Purnanik, nampak mengenakan kostum adat budaya berlambang Burung Garuda, lambang negara dengan makna Bhineka Tunggal Ika. Peserta kirab budaya berjalan beriringan menuju garis finis dengan jarak tempuh Tiga kilo meter yang terbagi 63 group peserta, dengan rincian 11 group peserta Taman Kanak – kanak, 9 group dari peserta SD/MI, 5 grup peserta SMP/SMA dan 38 kelompok peserta umum.
Sementara kepada awak media, Kepala Desa Sumber Beras Sri Purnanik menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh jajaran yang telah mendukung dan turun mensukseskan terselenggaranya kirab budaya tersebut.
Alhamdulillah, masyarakat cukup terhibur dengan acara pesta rakyat dari berbagai kalangan, terangnya.
Adanya acara kirab budaya ini, sebagai bukti bahwa masyarakat desa Sumber Beras sangat peduli dengan kegotong royongan, kompak, guyub rukun dan kondusif. Mudah-mudahan untuk tahun depan bisa lebih kompak lagi, dan akan kita kemas dengan nuansa yang berbeda agar lebih meriah, dan masyarakat lebih mencintai kesenian dan budaya Jawa, khususnya di Desa Sumber beras, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi sehingga mampu melestarikan dan menguri – uri budaya warisan leluhur bangsa, pungkasnya.
(Yanto)


































