PUNCAK, PAPUA – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat pedalaman kembali ditunjukkan Pos Wangbe Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau melalui program PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door) dengan menggelar pengobatan gratis bagi warga Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (25/2/2026).
Program tersebut dilaksanakan oleh personel Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 732/Banau yang bertugas di wilayah perbatasan RI–PNG, khususnya di Pos Wangbe. Kegiatan ini menyasar warga yang mengalami keluhan kesehatan namun memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas medis.
Respons Cepat Laporan Warga Kegiatan pengobatan gratis ini merupakan respons atas informasi yang diterima personel pos terkait kondisi warga yang mengalami keluhan pusing dan sakit pada bagian kaki. Mendapat laporan tersebut, tim kesehatan Pos Wangbe segera mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan langsung.
Dengan menggunakan peralatan medis yang tersedia, personel melakukan pengecekan kondisi pasien serta memberikan obat-obatan sesuai hasil diagnosa awal. Langkah ini diambil untuk memastikan kondisi kesehatan warga dapat segera tertangani tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke puskesmas.
Komitmen TNI Hadir untuk Rakyat Komandan Pos Wangbe, Kapten Inf Gery, menegaskan bahwa gerak cepat tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam membantu masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan.
“Program ini menunjukkan bahwa TNI hadir di tengah-tengah kesulitan masyarakat. Pelayanan kesehatan door to door sangat efektif untuk menjangkau warga yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan fasilitas kesehatan. Inilah wujud nyata TNI hadir untuk rakyat hingga ke pelosok negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, program PASTOOR akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penugasan.
Warga Sambut Antusias Salah satu warga yang menerima pelayanan menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengaku telah beberapa hari mengalami sakit namun tidak dapat berobat karena jarak puskesmas yang cukup jauh dari tempat tinggalnya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak-bapak TNI. Saya sudah beberapa hari sakit dan tidak bisa berobat karena puskesmas jauh. Dengan kedatangan bapak-bapak ke rumah, saya bisa diobati dan sekarang sudah merasa lebih baik. Semoga Tuhan memberkati bapak-bapak TNI semua,” tuturnya.
Melalui program ini, TNI tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah, tetapi juga memperkuat peran sosial dan kemanusiaan di tengah masyarakat pedalaman Papua, khususnya di Kabupaten Puncak.














