Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
Example 728x250
BaliOpini

Setar Tuntut Janji Suwirta..! Akses Jalan Nusa Penida Hancur Belum di Perbaiki

2
×

Setar Tuntut Janji Suwirta..! Akses Jalan Nusa Penida Hancur Belum di Perbaiki

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KLUNGKUNG, liputanterkini.co.id –
Nusa Penida sangat dikenal sebagai poros baru pariwisata dunia. Keindahannya dikenal luas sebagai daerah kepulauan yang sangat menawan. Namun, satu masalah dasar sejak pulau ini belum jadi apa-apa sampai sekarang sangat mencuri perhatian wisatawan, tak kunjung tuntas. Yakni, akses jalannya hancur lebur.

Perbaikan akses jalan nyaris tak tersentuh. Kata orang Bali, “benyah latig”. Jutaan turis sudah datang dan mengalami langsung. Apalagi warga lokal. Protes-protes warga hingga para tokoh masyarakatnya disana sangat mudah didengar jika berkunjung kesana. Tetapi, seluruh pihak terkait, khususnya di Klungkung, tak mampu menjawab dengan berani seluruh protes itu. Karena faktanya memang begitu, sudah compang-camping.

Example 300x600

Salah satu tokoh masyarakat disana, seperti Nengah Setar, sudah habis kesabaran menunggu janji-janji dari kepala daerah setempat. Karena hampir sepuluh tahun berkuasa, nyatanya jalan rusak justru tambah parah. “Saya tinggal disini. Saya pantau setiap tahun. Lihat sendiri jalannya. Apa tidak malu, mungut retribusi terus, tapi jalannya benyah latig begini. Apalagi kalau ingat janji-janjinya pak Bupati Klungkung Nyoman Suwirta itu, siap perbaiki semua jalan Nusa Penida. Buktinya mana?,” kata Setar, sambil menunjuk jalan rusak di ruas jalan menuju Destinasi Wisata Terkenal Kelingking Beach.

Setar melanjutkan, ironisnya lagi jalan-jalan rusak paling parah itu, hampir semua menuju akses destinasi wisata. Dia pun heran, begitu banyak wisatawan datang tiap tahunnya, dipungut retribusi Rp 25 ribu per orang, cuma memperbaiki akses jalan saja tak tuntas-tuntas. Dia pun kembali menyalak, kemana larinya retribusi turis miliaran rupiah tiap tahunnya. Kenapa tidak digunakan untuk memperbaiki akses jalan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Tahun ini, Setar mengaku mendengar sejumlah akses jalan akan diperbaiki. Seperti jalan menuju Destinasi Atuh, Kelingking dan jalan-jalan vital lainnya. Tetapi, sampai Juli 2023 belum ada realitasinya. Setar pun kembali memperingatkan pemerintah daerah, jangan janji-janji palsu terus. Segera percepat proses tender dan segera eksekusi di lapangan. “Terus terang saya kecewa. Kecewa sekali. Katanya mau perbaiki, tendernya belum. Lambat sekali.
Ini infrakstruktur jalan sudah bertahun-tahun tak terurus. Sampai mau selesai menjabat pun itu bupatinya, belum juga ada realisasi,” terang pengusaha pariwisata ini.

Jika tender sampai lambat secara masif seperti ini, dia menduga bupati tak mampu memberi rasa aman bagi rekanan yang akan mengerjakan. Seharusnya, langkah mereka dipermudah demi kelancaran proses perbaikan akses jalan ini. Bahkan, bila perlu permudah pihak rekanan dalam hal pengiriman logistik kebutuhan proyek. Sehingga, agenda perbaikan infrakstruktur di Nusa Penida tak tersendat-sendat.

“Jangan cuma diam. Kerahkan semua OPD yang membidangi agar semua kendala dapat diselesaikan dengan cepat. Atau jangan-jangan janji-janji lagi ini. Jangan cuma sibuk cawe-cawe kampanye mau jadi caleg. Ini janjinya belum dibayar tuntas. Terus terang saya tetap akan pantau terus. Nanti kalau ketemu langsung di Nusa Penida, saya tagih lagi janjinya. Mana janjimu?,” tanya Setar. (Echa)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *