Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
KesehatanLifestyle

Pentingnya Gizi Seimbang Selama Ramadan, Kunci Puasa Tetap Sehat dan Produktif

0
×

Pentingnya Gizi Seimbang Selama Ramadan, Kunci Puasa Tetap Sehat dan Produktif

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
ADVERTISEMENT

LiputanTerkini.co.id | Memasuki bulan Ramadan, umat Muslim umumnya lebih fokus mempersiapkan kebutuhan ibadah seperti salat tarawih dan tadarus. Namun, kesiapan fisik melalui pengaturan pola makan dan gizi seimbang kerap terabaikan, padahal puasa juga melibatkan proses biologis yang memengaruhi metabolisme tubuh.

Puasa selama lebih dari 12 jam membuat tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman. Kondisi ini menuntut strategi konsumsi yang tepat agar tubuh tetap bertenaga dan produktif sepanjang hari. Tanpa pengaturan gizi yang baik, puasa berisiko menyebabkan kelelahan, menurunnya konsentrasi, hingga gangguan kesehatan.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Fenomena yang kerap terjadi di masyarakat adalah meningkatnya konsumsi makanan tinggi gula dan lemak saat berbuka, seperti gorengan, kolak, minuman manis, dan hidangan bersantan. Meski terasa nikmat setelah seharian menahan lapar, konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan kalori dan berujung pada kenaikan berat badan.

Kenaikan berat badan selama Ramadan bukan hal yang jarang terjadi. Energi yang masuk saat berbuka sering kali melebihi kebutuhan harian, sementara aktivitas fisik cenderung menurun. Kalori berlebih yang tidak terbakar akan disimpan sebagai lemak.

Padahal, jika dijalani dengan pola makan terencana dan seimbang, puasa justru memberi manfaat kesehatan. Jeda makan yang lebih panjang membantu tubuh mengontrol asupan energi sekaligus memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan.

Sahur menjadi kunci utama puasa yang sehat. Melewatkan sahur dapat membuat tubuh lebih cepat lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini berpotensi mengganggu keseimbangan metabolisme.

Karbohidrat kompleks  seperti nasi, kentang, jagung, atau roti gandum untuk energi bertahap.

Protein dari telur, ikan, ayam, tahu, atau tempe untuk mempertahankan rasa kenyang dan menjaga daya tahan tubuh.

Sayur dan buah sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat yang membantu menjaga fungsi pencernaan.

Serat berperan memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa lapar muncul lebih lambat dan sistem pencernaan tetap stabil.

Kebutuhan cairan sekitar delapan gelas per hari tetap harus dipenuhi dengan pembagian waktu yang tepat antara berbuka hingga sahur. Dehidrasi ringan dapat memicu pusing, lemah, bibir kering, dan penurunan konsentrasi.

Pola minum teratur membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung fungsi organ tubuh secara optimal.

Saat berbuka, tubuh membutuhkan energi yang cepat diserap. Konsumsi makanan atau minuman manis dalam jumlah wajar dapat membantu memulihkan energi awal. Namun, konsumsi berlebihan berisiko meningkatkan kadar gula darah secara drastis.

Ahli gizi menyarankan berbuka secara bertahap, dimulai dengan air putih dan buah segar, kemudian dilanjutkan dengan makanan utama bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, dan buah.

Puasa juga berkaitan dengan kesehatan mental. Asupan gizi yang cukup membantu menjaga kestabilan emosi dan meningkatkan fokus. Sebaliknya, pola makan tidak seimbang dapat membuat seseorang mudah marah dan cepat lelah.

Ramadan seharusnya menjadi momentum memperbaiki kebiasaan makan agar lebih sehat dan teratur. Dengan pola makan seimbang, puasa tidak hanya meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga membangun kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LBH RENAKTA
● Admin Online

Konsultasikan masalah hukum Anda secara cepat & rahasia.

💬 Chat WhatsApp Sekarang