**Jakarta** – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa persoalan stunting yang sempat mencapai sekitar 25 persen anak-anak Indonesia tidak dapat diselesaikan hanya melalui teori atau program normatif. Pemerintah, menurut Presiden, harus melakukan intervensi langsung kepada anak-anak, ibu hamil, serta kelompok masyarakat rentan.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meresmikan 1.072 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta melakukan groundbreaking 107 SPPG Polri di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
*** Intervensi Nyata Atasi Stunting
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa tingginya angka stunting menjadi tantangan serius bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret melalui program pemenuhan gizi yang menyasar langsung kelompok sasaran.
“Permasalahan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan teori atau kata-kata. Harus ada intervensi langsung kepada anak-anak, ibu hamil, dan masyarakat yang tidak berdaya,” tegas Presiden.
Melalui kebijakan efisiensi anggaran yang tetap menjaga defisit APBN dalam batas aman, pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi transformasi menuju Indonesia Emas 2045.
*** Keamanan Dimulai dari Bebas Lapar
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menekankan bahwa makna keamanan sejati adalah ketika rakyat merasa aman, bahagia, dan memiliki harapan. Menurutnya, keamanan paling mendasar adalah terbebas dari rasa lapar.
Presiden menyebut pemenuhan gizi dan ketahanan pangan sebagai fondasi utama keberlangsungan peradaban bangsa. Program MBG dan penguatan SPPG tidak hanya bertujuan menekan angka stunting dan kelaparan, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan keluarga.
*** Penguatan Infrastruktur Gizi dan Ketahanan Pangan
Peresmian ribuan SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai daerah. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi pangan bergizi secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan produktif sebagai fondasi pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
**Dilansir dari media sosial X
SekretariatNegara: #KemensetnegRI)**














