LiputanTerkini.co.id | Umat Islam akan menjumpai malam Nisfu Syakban pada tahun 2026. Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H, malam Nisfu Syakban jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, sedangkan puasa sunnah tanggal 15 Syaban dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026.
Malam Nisfu Syakban dipahami para ulama sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah dan muhasabah diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Anjuran memperbanyak amalan ini sejalan dengan firman Allah SWT:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”
(QS. Al-Baqarah: 222)
Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa sunnah, yang termasuk dalam puasa Ayyamul Bidh. Rasulullah SAW diketahui memperbanyak puasa di bulan Syaban sebagai persiapan menuju Ramadan.
Selain puasa, umat Islam dianjurkan menghidupkan malam Nisfu Syakban dengan salat sunnah, membaca Al-Qur’an, memperbanyak istighfar, dan doa. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan dari Mu‘adz bin Jabal RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
لِجَمِيعِ خَلْقِهِ، إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ
“Allah melihat kepada seluruh makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni semua hamba-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang menyimpan permusuhan.”
(HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)
Karena itu, selain memperbanyak ibadah, umat Islam dianjurkan untuk membersihkan hati dari dengki dan permusuhan, memperbanyak taubat, serta saling memaafkan.
Para ulama menegaskan bahwa amalan pada malam Nisfu Syakban bersifat sunnah dan tidak wajib. Yang utama adalah menghidupkannya dengan ibadah secara sederhana, ikhlas, dan tidak berlebih-lebihan sebagai bekal spiritual menyambut Ramadan.















