BANYUWANGI – liputanterkini.co.id | Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, kembali menunjukkan identitas kuatnya sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan spiritual.
Rangkaian kegiatan tasyakuran Suro yang digelar sejak Sabtu (12/07/2025), memuncak pada Minggu malam (13/07/2025) pukul 19.00 WIB, dengan pentas budaya bertajuk Pelangi Budaya di pusat desa.
Serangkaian kegiatan telah digelar dengan penuh sakral dan meriah. Dimulai dari khitanan massal, Mocopat pada malam harinya, dilanjutkan dengan Khotmil Qur’an di pagi hari, dan Ruwatan atau Murwokolo pada siang harinya. Menjelang sore, warga disuguhi prosesi Kirab Santri, menampilkan ratusan santri berpakaian adat Islami mengelilingi desa sembari bersholawat.
Puncaknya, Minggu malam digelar Pentas Pelangi Budaya, yang menghadirkan ragam kesenian tradisional, mulai dari hadrah, tari-tarian daerah, hingga pertunjukan kreatif dari generasi muda Desa Cluring.
Menurut Sunarto Kepala Desa Cluring, seluruh rangkaian tasyakuran ini bukan hanya ajang seremoni, tetapi mengandung nilai sosial dan budaya yang sangat penting.
“Setiap kegiatan memiliki makna. Dari doa bersama, tolak bala, hingga hiburan rakyat semuanya bagian dari kearifan lokal yang harus kita jaga bersama. Ini adalah warisan sekaligus jati diri masyarakat Desa Cluring,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya memperkuat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran budaya bagi generasi muda.
“Kami sengaja libatkan seluruh elemen desa, mulai dari tokoh adat, pemuda, hingga ibu-ibu PKK. Harapannya, semangat gotong royong dan cinta budaya bisa terus diwariskan,” imbuhnya.
Tasyakuran Suro di Cluring tahun ini menjadi bukti bahwa desa bukan sekedar tempat tinggal, tapi ruang hidup yang kaya akan nilai, tradisi, dan kebersamaan.
(IR)


















































