Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Jawa TimurOpini

Peduli Nasib Perempuan dan Anak Indonesia, Kornas TRC PPA Curhat Kepada Kapolri Lewat Surat Terbuka

1
×

Peduli Nasib Perempuan dan Anak Indonesia, Kornas TRC PPA Curhat Kepada Kapolri Lewat Surat Terbuka

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA – liputanterkini.co.id | Peduli akan Perempuan dan Anak Indonesia, Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Jeny Claudya Lumowa, sosok perempuan yang akrab di sapa Bunda Naumi dari tahun ke tahun inten memperjuangkan hak-hak serta nasib perempuan dan anak Indonesia.

Beberapa harapannya pun telah di sampaikan kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si melalui surat terbuka yang di layangkan ke Mabes Polri.

Example 300x600

Kutipan surat terbuka yang khusus di tujukan kepada Kapolri tersebut, yakni sebagai berikut:

Salam sejahtera dan semoga Bapak Kapolri dalam kondisi sehat selalu dan Bahagia.

Perkenalkan saya Koordinator Nasional Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (TRC PPA)
Jeny Claudya Lumowa, Semoga bapak tidak bosan mendengar nama saya yang selalu menjadikan Bapak
repot.

Bapak Kapolri, Sebagai penggiat kemanusiaan dalam hal perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia, kami
ingin curhat kepada Bapak Kapolri lewat surat terbuka saja, sebab jika harus berjumpa Bapak,
kebanyakan tahapan dan birokrasi yang ribet yang harus kami lewati.

Bapak Kapolri yang baik dan terhormat, beberapa permintaan dan usulan kami, bahwa sudah 5 tahun suarakan, bahkan mulut kami ini jika bisa mengeluh pasti akan bilang lelah dan tak ada harapan.
Tapi kali ini kami yakin dibawah kepemimpinan Bapak, semoga harapan kami dapat terealisasi.

Adapun permintaan kami, mewakili pegiat Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia yakni sebagai berikut:

  1. Mohon segera di bentuk Direktorat Khusus PPA dan TPPO, jangan hanya wacana saja, dan kami yakin
    Polri di bawah kepemimpinan bapak bisa.
  2. Unit PPA agar bisa membuat Kantor sendiri dan TPPO bisa bergabung dengan Unit PPA.
  3. Anggaran Unit PPA mohon dilirik saja jika tidak mampu melihat. Mengingat tingginya kasus yang harus di tangani Unit
    PPA, sementara ini anggaran masih bergabung di bawah naungan Pidana Umum. Sebab jika Unit PPA kesulitan dalam teknisnya, maka
    masyarakat juga yang akan dirugikan.
  4. Mohon kuota penerimaan Polwan ditambah dan dibuka lebar, karna Unit PPA sangat
    membutuhkan personil Polisi Wanita.
    Mohon ijin Bapak saya mengetahui ini semua karena kami Tim Reaksi Cepat Perlindungan
    Perempuan dan Anak rajin turun kelapangan dan melihat kendala tersebut.
  5. Personil yang berprestasi, wajib dapat apresiasi dari Masyarakat dan kepada lembaga pemerintah, mohon
    diperhatikan karir mereka, berikan hak mereka jika memang waktunya sekolah lagi ya
    disekolahkan,
    tunjukkan sebuah keadilan, harapan mereka tak terbelikan karena memiliki SDM yang baik namun terkendala biaya.

Jika semua itu tak terwujud, masyarakat pula yang akan di rugikan, tegas Naumi.***
(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *