Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Jawa TimurPeristiwa

Ribuan Warga Kapencar dan Candiyasan Demo Tolak Galian C

21
×

Ribuan Warga Kapencar dan Candiyasan Demo Tolak Galian C

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

WONOSOBO, liputanterkini.co.id – Ribuan warga masyarakat 6 Dusun melakukan aksi demontrasi menolak akan dilakukanya penambangan pasir liar (galian c) yang rencananya akan dilakukan di lokasi baru yang berada di sebelah utara dusun Kabelukan dengan jarak kurang lebih sekitar 1km. Dusun yang tergabung antara lain Dusun Kabelukan, Candiyasan, Banjaran, Sontonayan, Jurangjero dan kapencar. 6 Dusun tersebut masuk dalam 2 Desa yaitu Desa Kapencar dan Candiyasan Kecamatan Kertek, Kab. Wonosobo.

Adanya demontrasi tersebut hingga menutup jalan raya Parakan – Kertek dan mengakibatkan kemacetan lalulintas.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Menurut keterangan salah satu tokoh masyarakat setempat bahwa aksi demonstran sudah dilakukan sejak Minggu 18 Juni 2023 malam di kantor Balai Desa.

Pada Senin 19/06/23 pagi warga kembali melanjutkan demontrasi sebagai aksi penolakan penambangan pasir liar di atas tanah kurang lebih 4 hektar di wilayah Dusun Kabelukan Desa Candiyasan.

“Masyarakat punya hak untuk menolak adanya galian C yang akan dilakuakn di lokasi baru. Menurut kami adanya galian C akan sangat merugikan dan berdampak pada warga sekitar, selain merusak alam di khawatirkan mematikan sumber mata air sebagai sumber kehidupan masyarakat serta akan berpotensi terjadi bencana alam seperti tanah longsor maupun banjir bandang,” ungkap salah satu warga.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang datang langsung di tengah-tengah demontrasi mengatakan sudah tahu apa yang akan disampaiakn masyarakat, intinya masyarakat menghendaki penarikan bego dan jangan ada aktifitas penambangan pasir di atas tanah wilayah Desa Candiyasan.

“Kami meminta, warga masyarakat Desa Candiyasan dalam melakukan aksi ini agar tidak menutup jalan raya dan tetap menjaga keamanan, kekondusipan serta jangan berbuat anarkis agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” tutur Afif.

Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito, S.I.K., M.Si., menghimbau kepada warga sekitar agar menyerahkan hal ini kepada pemerintah kabupaten dan Polres Wonosobo.

“Serahkan ini kepada kami, alat berat (Bego) akan langsung kami turunkan sekarang,” tegas Kapolres Wonosobo.

(Taufik)

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *