Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BaliPeristiwa

Mengenang 8th Kematian Angeline di Tangan Ibu Angkatnya dan Kiprah TRC PPA

1
×

Mengenang 8th Kematian Angeline di Tangan Ibu Angkatnya dan Kiprah TRC PPA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DENPASAR, liputanterkini.co.id – Mengenang 8th kematian Angeline di tangan ibu angkatnya warga negara asing (WNA) Australia, di Kuta, Badung, Bali tepatnya 2015 silam. Nampak kala itu upaya pengungkapan kasusnya pun membuat prihatin banyak orang.

Diceritakan Bagus Abu Bakar, Dewan Pengawas Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA), “Kala itu TRC PPA masih dengan namanya TRCPA ikut andil dalam pengungkapan kematian Angeline itu, namun masih berada dalam naungan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan belum mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Ham”, ungkapnya.

Example 300x600

“Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRCPA), merupakan nama Satgassus (Satuan Tugas Khusus) Komnas PA asuhan Opung Arist Merdeka Sirait dalam rangka andil dalam pengungkapan misteri kematian Angeline, bocah 7th kala itu di tangan ibu angkatnya WNA Australia bernama Margaretha karena di dasari nafsu angkara sengaja ingin menguasai harta warisan Angeline pemberian ayah angkatnya”, terang Bagus.

TRCPA kala itu, usai pengungkapan kasus kematian Angeline, secara terpisah telah di legalkan juga hingga mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham pada Februari 2016 yang di Komando oleh Bunda Naumi.

Seiring berjalannya waktu, karena kiprah TRCPA kala itu banyak mendapatkan pengaduan dari masyarakat menyangkut permasalahan perempuan, sehingga di gelarlah rapat khusus dengan pembahasan perubahan nama dengan memasukkan unsur perempuan, sehingga berubah menjadi Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) dan mendapat pengesahan dari Kemenkumham tahun 2017 silam, tambah Bagus.

Memasuki tahun ke 8 berdirinya TRC PPA ini, Bagus, Ketua Dewan Pengawas TRC PPA yang akrab di sapa Bagus Trisula, mengajak seluruh jajaran untuk tetap kompak dan menjaga soliditas Tim.

Ingat..! Tak mudah menjadi TRC PPA. Hanya orang – orang militan, orang – orang berjiwa sosial dan memiliki loyalitas yang mampu bertahan di TRC PPA.

Bagus juga mengajak kepada seluruh jajaran untuk mengenang kembali, kiprah TRC PPA dalam pengungkapan kasus kematian Angeline. Do’akan anak kita Angeline mendapat tempat layak di sisi-Nya.

10 Juni 2015, adalah hari bersejarah bagi TRC PPA, hari yang tak terlupakan bagi relawan pejuang kemanusiaan yang inten memperjuangkan hak – hak perempuan dan anak Indonesia, di hari itulah misteri kematian Angeline bocah 7 tahun yang sebelumnya di kabarkan hilang oleh ibu angkatnya, Margaretha WNA Australia itu terungkap dan menggemparkan dunia.

Jeny Claudya Lumowa yang akrab di sapa Bunda Naumi, menyampaikan, “Meninggalnya anak kita Angeline merupakan tragedi yang sangat memilukan hati kita semua, dimana seorang anak yang masih berusia 7th dibunuh dan dikubur di gudang dekat kandang ayam oleh ibu angkatnya sendiri”.

Apapun alasannya, tindakan Margaretha ibu angkat Angeline adalah perbuatan keji dan jahat, hal ini wajib kita jadikan pelajaran berharga. Terkait anak, waspadai lingkungan sekitar, waspadai orang-orang dekat di sekitar kita, ungkap Bunda Naumi tegas.

Di tempat terpisah, Arist Merdeka Sirait yang akrab di sapa Opung Arist, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (KOMNAS PA) mengatakan dengan penuh keharuan saat memperingati tragedi meninggalnya Angelina sabtu 12 juni 2021 di daerah Sedap Malam Bali.

“Kasus ini terungkap atas kerjasama TRCPA dan Polsek Sanur Timur, Saya dapatkan berita terungkapnya kasus Angeline ini dari sahabat saya Naumi dia yang mengabarkan ke saya”, ungkap Opung.

Sebelumnya, Angeline dikabarkan menghilang pada tanggal 16 Mei 2015 oleh ibu angkatnya Margareta dan kakak sepupunya, dengan kegigihan TRCPA dan kepolisian Polda Bali akhirnya terungkap bahwa Angeline yang sebenarnya dibunuh oleh ibu angkatnya dan dikubur dibelakang rumah dekat kandang ayam.

Arist Merdeka Sirait lebih lanjut mengatakan “Saya akan bicarakan dengan bapak presiden, untuk menetapkan tgl 10 Juni sebagai hari “ANTI KEKERASAN TERHADAP ANAK” bertepatan dengan tragedi meninggalnya Angeline, pungkas Opung.**

(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *