BANYUWANGI, Liputan Terkini – Permasalahan sampah di Banyuwangi belakangan ini, menjadi trending di perbincangkan banyak pihak. Pasalnya terkait sampah menjadi permasalahan serius dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih saat musim hujan seperti saat ini.
Di Pasar Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, nampak gundukan sampah yang berhari – hari tidak di angkut ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Tak pelak, warga yang beraktivitas di pasar Srono pun menjadi tak nyaman, karena bau busuk dan menyengat dari gundukan sampah yang menyebar di sekitaran pasar.
Kacung, petugas kebersihan pasar Srono saat di konfirmasi menyampaikan “Sampah menumpuk menimbulkan Bau busuk, karena sudah berhari hari belum diangkut”.
Salah satu warga yang melintas di depan pasar, Tus, saat melintas mengatakan baunya sangat menyengat di hidung, nampak pula ada lalat dan belatung membuat perut terasa mual, apalagi kondisi musim hujan seperti sekarang ini. Sangat menjijikan bila dilihat”, terang Tus kepada awak media.

Kepala pasar Srono, Firda Oktadian.p kepada Liputan Terkini menjelaskan, “Terkait sampah yang ada di pasar Srono, memang menumpuk, karena beberapa hari belum di angkut, sementara hari ini kita lakukan penutupan, warga di larang membuang sampah ke tempat pembuangan sampah pasar”, ucap Firda.
Semua masyarakat mohon bersabar, mohon dukungannya agar permasalahan sampah pasar Srono ini cepat teratasi dan mendapat solusi. Kami masih mengadakan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mencari solusi mengatasi permasalahan sampah ini, tambahnya.
Sementara Camat Srono, Ir. Tri Wahyu Angembani menyampaikan bahwa “masalah sampah ini adalah masalah kita bersama, peran serta masyarakat sangat di butuhkan, untuk saling mendukung mencari solusi. Permasalahan sampah harus kita pecahkan bersama dan tidak saling menuruti ego ataupun menyalahkan antar sesama pihak, pungkas Camat Srono.
Ditempat terpisah, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Dwi Handayani, meminta masyarakat untuk bersabar, mohon dukungan dan kesadaran semua masyarakat Banyuwangi untuk memilah sampah organik dan anorganik, kami mengharapkan pengelolaan sampah ini habis di sumbernya, agar kedepannya tempat pembuangan sampah akhir (TPA), tidak diperlukan lagi. Dan insya’ alloh mulai hari ini semua sampah terangkut masuk ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA), terang Dwi.
Kami akan lebih intens untuk sosialisasi ke warga tentang pengelolaan sampah, bersama Camat/Kades/Lurah dan SKPD terkait lainnya, Kami masih lakukan pendekatan kepada warga, mohon dukungannya semoga segera ada kesepakatan,” tutupnya.**
(Yanto)



















