Scroll untuk baca artikel
Aldy Travel Banyuwangi Bali Banner
Example floating
Example floating
ADVERTISEMENT
Jawa TimurUnggulan

Pupuk Subsidi di Banyuwangi Langka, Ketua Pendopo Semar Nusantara Angkat Bicara

10
×

Pupuk Subsidi di Banyuwangi Langka, Ketua Pendopo Semar Nusantara Angkat Bicara

Sebarkan artikel ini
ADVERTISEMENT

BANYUWANGI, Liputan Terkini – Pupuk merupakan kebutuhan pokok bagi para petani di saat musim tanam, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat petani, di realisasikan pupuk bersubsidi. Namun belakangan menjadi trending dan hangat di perbincangkan masyarakat ketika terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi.

Terkait hal itu, Pendopo Semar Nusantara beralamat di Jalan 3, Desa Tampo, Kec. Cluring, Kab. Banyuwangi sering kali di datangi petani yang mengeluhkan masalah kelangkaan pupuk subsidi.

Box Iklan
ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Lanjut Membaca

Uny Syahputra yang akrab di sapa Mbah Unik, ketua Pendopo Semar Nusantara ketika di temui di pendopo memberikan tanggapan.

“Saya sering kali di datangi para petani yang mengeluh gagal panen karena sulitnya cari pupuk subsidi. Harapan kami, pemerintah harus bener – bener mengawasi distribusi pupuk subsidi yang selama ini menjadi permasalahan petani. Jika sudah terpenuhi sesuai e_RDKK, namun kenapa masih banyak petani yang mengeluh??”, Ungkap Mbah Unik.

Ini tugas pemerintah yang harus mengawasi tentang Pupuk subsidi. Pemerintah melalui dinas terkait harus turun ke lapangan, tambahnya.

Sementara saat di konfirmasi via WhatsApp, M. Khoiri, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi menjelaskan “Mahalnya harga saprodi pupuk dan pestisida akibat dampak terjadinya krisis global, bahan baku impor pupuk dan pestisida terjadi kenaikan 100% lebih, sehingga mengakibatkan produsen pupuk di Indonesia menaikkan harga pupuk dan pestisida 100% dari harga sebelum pandemi dan krisis global, tulis M. Khoiri. Senin (10/10/2022).

Terkait isu kelangkaan pupuk subsidi, yang sebenarnya tidak langka, hanya berkurang.

Berdasar Permentan No. 41 tahun 2021, yang disubsidi terdapat 70 komoditas, syaratnya petani harus tergabung di kelompok tani, dan terdaftar di e_RDKK luasan maksimal 2 Hektar.

Sementara mengacu Permentan No. 10 tahun 2022, Komoditas yang disubsidi terdapat 9 komoditas yaitu padi, jagung, kedelai, cabe, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao rakyat dan kopi rakyat. Jenis pupuk yang di subsidi ada 2 jenis yaitu urea dan NPK. Kebutuhan pupuk subsidi tahun 2022 sesuai e_RDKK dan mengacu pada permentan No.10 tahun 2022 yakni Urea 47,095,432 ton,
NPK 60.792,916 ton, sedangkan
alokasi pupuk subsidi tahun 2022 yakni Urea 56.014,97 ton, NPK 40.876 ton. Dari data tersebut maka kebutuhan pupuk subsidi Urea dan NPK pada petani yang terdaftar di e_RDKK untuk Urea terpenuhi 100%. Sedangkan NPK baru terpenuhi 67%, tambah M. Khoiri.

Bagi petani yang tidak terdaftar di e_RDKK membeli pupuk non subsidi, di kios-kios penyalur pupuk tersedia.
Berdasar SK Gubernur dan Surat Kadinas Pertanian Kab. Banyuwangi mendapatkan tambahan realokasi pupuk subsidi s/d Des 2022, Urea: 12.000 ton, NPK 15.000 ton untuk 18 Kecamatan yang kuotanya urea atau NPKnya masih tersedia. Sedangkan 7 kecamatan kuotanya sudah habis, karena penebusannya sudah melebihi e_RDKK.

Untuk 18 Kecamatan lainnya, kios penyalur pupuk subsidi yang masih tersedia kuotanya saya pastikan akan mendapatkan jatah sesuai sisa alokasi pupuk subsidi dan akan dikirim oleh Distributor. Tetapi sebaliknya apabila di kios tersebut kuotanya sudah habis, maka sudah tidak akan mendapatkan jatah pupuk subsidi s/d Des 2022, pungkas M. Khoiri.**
(Ira)

ADVERTISEMENT
Box Iklan Banner
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LBH RENAKTA
● Admin Online

Konsultasikan masalah hukum Anda secara cepat & rahasia.

💬 Chat WhatsApp Sekarang